Advertisement
Ini Alasan PDAM Gunungkidul Belum Manfaatkan Air Bawah Tanah
Advertisement
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL- Direktur PDAM Tirta Handayani Gunungkidul Isnawan Febriyanto mengakui jika potensi air bawah tanah cukup besar. Namun demikian, hingga saat ini belum memiliki persebarannya.
"Kami baru bisa eksploitasi sungai bawah tanah yang ada di Baron, Bribin, Seropan," katanya, Senin (29/9/2014).
Advertisement
Dia mengatakan untuk mengambil air dari dalam tanah membutuhkan biaya yang cukup besar. Ia mencontohkan selama ini PDAM mengeluarkan Rp1,3 miliar per bulan.
"Memang sangat tinggi, ditambah kita kesulitan mencari titik dimana saja air bisa dieksploitasi," kata dia.
Ia mengatakan akibat tidak mengetahui persebaran menyebabkan belum semua wilayah bisa terjangkau pelayanan PDAM. Kalau ada, pihaknya harus mengambil air dari sumber yang jauh.
"Selama ini, kami menarik air dari Baron hingga wilayah Panggang dan Paliyan serta Seropan hingga Semin dan Ngawen. Ini membutuhkan biaya yang besar, jika ada di sekitarnya bisa memangkas pengeluaran," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Update KRL Jogja ke Solo Hari Ini 4 April 2026, Ini Jamnya
- Jadwal Prameks Kutoarjo-Jogja Sabtu 4 April 2026, Cek Jamnya
- Cuaca Jogja 4 April 2026 Didominasi Hujan, Ini Rinciannya
- Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 4 April 2026, Cek Jam Lengkapnya
- Pemadaman Listrik di Bantul 4 April 2026, Cek Wilayah Terdampak
Advertisement
Advertisement





