Advertisement
51 Traktor dan 70 Pompa Air akan Disalurkan untuk Petani di Bantul
Advertisement
Harianjogja.com, BANTUL- Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyalurkan sebagian dari 51 traktor dan 70 pompa air bantuan Kementerian Pertanian kepada kelompok tani di wilayah itu.
"Bantuan dari Kementerian Pertanian baru datang 31 pompa dan delapan traktor, jika ini terealisasi seluruhnya, maka lahan pertanian Bantul akan aman dari masalah kekeringan," kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Bantul Partogi Dame Pahpahan di Bantul, Selasa (6/10/2014).
Advertisement
Pihaknya berharap bantuan alat pertanian tersebut seluruhnya segera direalisasikan untuk mendukung program pemerintah setempat dalam pompanisasi untuk mencegah lahan pertanian kekeringan saat musim kemarau.
"Di samping bantuan dari Kementan, tahun ini kami juga melakukan pengadaan sebanyak 50 pompa air dan traktor serta sekitar 70 alat penyemprot hama dari APBD [Anggaran Pendapatan Belanja Daerah]," kata Partogi.
Pihaknya juga akan mengupayakan bantuan sarana pertanian tersebut kepada seluruh gabungan kelompok tani (gapoktan) di Bantul yang tersebar di 75 desa, agar dapat meningkatkan produksi pertanian.
Ia mengatakan, berkaitan dengan hal itu, pihaknya juga akan melatih kepada petani dalam penggunaan alat pertanian tersebut agar tidak mudah rusak, adapun petani yang mendapat pelatihan merupakan perwakilan dari kelompok tani di wilayah Bantul.
"Petani yang dilatih sekitar 300 orang, yang diambil dari kelompok tani masing-masing tiga orang. Pelatihan ini supaya mereka tahu, bagaimana penggunaan dan perawatan alat pertanian dengan benar," katanya.
Tahun ini pihaknya menargetkan produksi padi sebanyak 197.000 ton gabah kering giling dari luasan lahan pertanian sekitar 15 ribu hektare, dengan sistem pola tanam padi-padi-padi, dan padi-padi-palawija, kemudian padi-palawija-palawija.
"Target panen padi kita seperti dulu sesuai dengan perintah Presiden, Bantul harus bisa memproduksi lebih dari 197.000 ton gabah kering giling, kami harapkan petani dapat melakukan pola tanam yang dianjurkan dinas," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Update KRL Jogja ke Solo Hari Ini 4 April 2026, Ini Jamnya
- Jadwal Prameks Kutoarjo-Jogja Sabtu 4 April 2026, Cek Jamnya
- Cuaca Jogja 4 April 2026 Didominasi Hujan, Ini Rinciannya
- Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 4 April 2026, Cek Jam Lengkapnya
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
Advertisement
Advertisement





