Advertisement
Geng Pelajar di Sleman Peragakan Rekonstruksi Pembunuhan Siswa SMKN Seyegan
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN - Polres Sleman menggelar rekonstruksi pengeroyokan yang berujung meninggalnya siswa SMK N 1 Seyegan, Dimas Afrizal Mustofa di Gor Tridadi, Sleman, Kamis (6/11/2014).
Dalam rekonstruksi itu para tersangka melakukan 29 adegan yang kemudian berujung pada penganiayaan.
Advertisement
Kasat Reskrim Polres Sleman, AKP Alaal Prasetyo menjelaskan 16 tersangka dihadirkan keseluruhan dalam rekonstruksi. Mereka memeragakan 29 adegan sesuai dengan Berita Acara Pemeriksaan (BAP).
Menurutnya, dari keseluruhan adegan tersebut ada beberapa yang menjadi perhatian. Antara lain kata dia, para tersangka sebelumnya melakukan pencegatan pertama pada pelajar yang juga menggunakan identitas seperti yang dikenakan korban. Akantetapi urung dilakukan.
Pencegatan kedua juga dilakukan pada pelajar dengan identitas yang, kendati demikian pelajar yang dicegat tidak jadi dianiaya karena salah satu dari komplotan geng mengenal pelajar yang dihentikan maka pengeroyokan tak jadi dilakukan.
"Sebelum mereka melakukan pecegatan ini terlebih dahulu dia klitih. Muter-muter di kawasan Sleman mencari sasaran," terang Alaal, Kamis (6/11/2014).
Ia menambahkan dari 16 tersangka itu, enam pelajar diantaranya yang melakukan penganiayaan. Kendati demikian, peragaan tidak dilakukan dengan alat-alat pemukul seperti peralon yang ditemukan di sekitar lokasi.
Pasalnya dari anggota komplotan geng pelajar ini enggan mengakui kepemilikannya. "Tapi itu hak tersangka untuk tidak mengakui," kata dia.
Keenam tersangka memeragakan penganiayaan kepada Dimas dengan di atas sepeda motor. Pelaksanaan rekonstruksi berlangsung tertutup. Tetapi pihaknya sudah menghadirkan perwakilan keluarga korban.
Sedangkan untuk satu saksi yang melihat korban ditemukan di areal persawahan tidak dapat dihadirkan. "Untuk saksi tidak hadi tidak masalah karena itu di luar substansi dari penganiayaan," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Waspada Efek Perang Timur Tengah, Malaysia Perketat Keamanan
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Pacuan Kuda Bantul Makin Meriah STY dan Es Krim Jadi Magnet
- Belanja Pegawai Bantul Tembus 34 Persen Rekrutmen Dipangkas
- Jenazah 2 Prajurit Gugur di Lebanon Tiba di Lanud Adisutjipto
- SIM Keliling Jogja Dibuka di Alun-Alun Kidul, Cek Jadwalnya
Advertisement
Advertisement




