Hiphop, Diplomasi yang Datang dari Jalanan
Program Next Level di Bantul menunjukkan jejak diplomasi hiphop sebagai medium ekspresi generasi muda dan dialog budaya lintas negara.
Harianjogja.com, JOGJA—Jarang diekspos media tak membuat Komunitas Buto Cakil asal Jogja lantas enggan berkarya. Hal itu terbukti dari pameran patung yang digelar oleh empat perupa dari komunitas tersebut.
Dalam pameran yang digelar di Galeri Bentara Budaya Yogyakarta (BBY) mulai 11-19 November 2014, mereka mengusung tema Aku Ra Popo, sebagai simbol kegelisahan mereka atas pencitraan yang mendominasi dunia politik di Indonesia.
Bagi mereka, pencitraan itu telah kian mengaburkan hakikat serta esensi dari politik itu sendiri. Program-program yang seharusnya berbasis kemasyarakatan tak lagi menjadi prioritas.
"Ternyata, yang penting sekarang itu adalah pencitraan, menjaga penampilan, dan menebar pesona," ucap salah satu perupa, Martopo Waluyono, Selasa (11/11/2014) siang.
Bagi Martopo, tema Aku Ra Popo adalah bentuk kepasrahan masyarakat terhadap komitmen para elite politik. Meski demikian, kepasrahan itu bukan bentuk keapatisan mereka terhadap masa depan bangsa ini, namun merupakan sindiran sekaligus pengharapan mereka.
"Tema Aku Ra Popo adalah tekad yang bulat, teguh dan positif yang tak terpengaruh oleh pencitraan apapun, kecuali hanya keinginan untuk hidup bersama dan demi rakyat," katanya.
Salah satu tim kurator pameran Ong Hari Wahyu menuturkan, tema Aku Ra Popo adalah simbol atas ekspresi keikhlasan untuk memberikan diri sebisa-bisanya dan sampai sehabis-habisnya hingga tak peduli lagi akan keadaan dirinya.
Dia mengibaratkan, keikhlasan itu ibarat induk sapi yang meski susunya disedot habis oleh anak-anaknya, tapi ia tetap rela membiarkan anak-anaknya tetap menyusu. "Saya rasa itulah potret Ibu Pertiwi ini," katanya.
Melalui karya-karyanya, Ong menganggap keempat perupa dalam pameran tersebut ingin menunjukkan bahwa keikhlasan bukan sekadar pengharapan, tapi juga penyadaran untuk membalas budi dari segala kebaikan yang telah diterimakan.
"Jika dikorelasikan dengan pemerintahan, saya rasa sudah seharusnya pemerintah sekarang berpikir bagaimana membalas budi terhadap rakyat yang telah memilih mereka, tentu saja dengan cara menjalankan peran dan fungsinya sebaik mungkin," ucap Ong.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BKKBN menyebut mayoritas generasi muda Indonesia tetap ingin menikah dan memiliki anak, meski terkendala faktor ekonomi dan perumahan.
Pertamina Patra Niaga memberhentikan awak mobil tangki BBM yang viral merokok saat bertugas karena melanggar prosedur keselamatan HSSE.
Bantuan air bersih mulai disalurkan kepada warga terdampak kekeringan di Gunungkidul oleh BPBD dan kapanewon di sejumlah kalurahan.
Prabowo menyebut relief Ramayana di Candi Prambanan menjadi saksi kedekatan peradaban Indonesia dan India selama lebih dari 1.000 tahun.
Toyota kembali membuka pemesanan Land Cruiser 70 di Australia dengan mesin 2.800 cc yang kini memenuhi standar emisi Euro 6d.