Advertisement
DANA KOMPENSASI BBM : Bantuan di Sejumlah Wilayah Gunungkidul Salah Sasaran
Advertisement
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Pembagian bantuan Program Simpanan Keluarga Sejahtera (PSKS) di Desa Petir, Kecamatan Rongkop dinilai tidak tepat sasaran.
Salah satu warga Dusun Dadapan, Desa Petir Sujoko, 40, mengatakan, banyak warga miskin yang seharusnya mendapatkan bantuan justru tidak dapat. Salah satunya, seorang janda bernama Warsiem, 70, yang hanya bisa gigit jari.
Advertisement
“Dari program BLSM kemarin, dia juga tidak dapat. Masih banyak warga yang tidak mampu, tapi tidak mendapatkan bantuan,” ucapnya, Jumat (5/12/2014).
Ia mengatakan, ada lebih dari 120 kepala keluarga di Dusun Dadapan, namun yang mendapatkan bantuan sekitar 24 orang. Itu pun, menurutnya, masih tidak tepat sasaran. Pasalnya, warga yang tingkat ekonominya menengah ke atas justru mendapatkan bantuan.
“Mungkin pemerintah masih menggunakan data lawas. Harusnya, data diperbarui agar benar-benar tepat untuk yang membutuhkan,” ungkap dia.
Ia berharap, Pemkab Gunungkidul segera ambil tidakan atas pembagian bantuan yang tidak pas. Menurutnya, Pemkab Gunungkidul mendata dari tingkat yang paling bawah sehingga data yang dihasilkan lebih akurat.
Persoalan serupa, tak hanya menimpa Desa Petir, Kecamatan Rongkop. Di Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari pun, terjadi penyaluran bantuan yang tidak tepat sasaran.
Salah satu warga yang enggan disebutkan namanya mengeluh, ada warga yang memiliki mobil justru mendapatkan bantuan tersebut.
“Yang lebih mengherankan, dia pun mau mengambil bantuan itu. Pakaiannya juga sederhana. Padahal biasanya penampilannya seperti orang kaya,” ungkap dia.
Ia juga menyayangkan melesetnya bantuan dari pemerintah. Menurutnya, banyak warga yang kondisi ekonominya lebih rendah, justru tidak mendapatkan bantuan tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
BPJS Ketenagakerjaan Beri Keringanan Iuran 50 Persen Bagi Pekerja BPU
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement




