THE CAPTAIN : DJ, Industri Kreatif Anak Muda Jogja

DJ Rhino (kiri) saat berdialog bersama Star Jogja, Senin (8/12/2014) (JIBI/Harian Jogja - Bhekti Suryani)
10 Desember 2014 02:20 WIB Bhekti Suryani Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Industri wisata di Jogja tak melulu Malioboro atau wisata pantai di pegunungan selatan. Industri kreatif di bidang seni hiburan yang menampilkan profesi disc jockey (DJ) kini sedang merambah di Kota gudeg.

DJ kondang asal Jogja Rhino mengungkapkan sedikitnya ada lima sekolah DJ di Jogja dengan jumlah murid mencapai 20 orang dalam satu bulan, satu sekolah. Mereka terjun ke dunia DJ karena karakteristik profesi ini yang dianggap keren dan populer. Mereka sebagian terdorong dari pengalaman para artis yang juga merambah profesi ini. Para alumni sekolah DJ itu kini terjun ke berbagai tempat hiburan malam.

“Sayangnya di Jogja ini, kalau tempat hiburan malam yang memang pure hiburan seperti bar tidak ada, hanya cafe campur jadi satu dengan hiburan malam, jadi tempatnya tebatas,” kata Rhino saat wawancara bersama Radio Star Jogja dalam program The Captain Senin (8/12/2014) malam.

Namun tempat hiburan malam tak hanya jadi satu-satunya wadah menampung bakat para alumni sekolah DJ. Sejak awal 2000-an, berbagai kegiatan seni hiburan di luar tempat hiburan malam seperti lokasi objek wisata kini menjadi wadah kreativitas para anak-anak muda itu. Hasilnya kata Rhino, tak hanya sekadar penyalur bakat dan ladang bisnis namun juga memberi keuntungan ke daerah.

Sayangnya, potensi industri kreatif itu kerap terganjal sejumlah persoalan. Seperti citra profesi DJ yang dianggap kebanyakan masyarakat identik dengan anak-anak nakal karena kerap bersentuhan dengan minum-minuman keras.

“Sebenarnya enggak begitu, enggak semua anak-anak DJ nakal,” kata penggemar DJ internasional Armin van Buuren itu. Belum lagi hambatan dari berbagai organisasi masyarakat serta perizinan keamanan dan wisata dari pemerintah daerah.

“Padahal keberadaan industri ini butuh dukungan dari semua pihak, enggak hanya komunitas DJ tapi juga aparat keamanan, dinas pasriwisata,” tutur mantan mahasiswa jurusan antropologi itu.