PROYEK JJLS : Pemkab Minta Bantuan Rp300 Miliar ke Pemerintah DIY

Ilustrasi.dok
05 Januari 2015 13:40 WIB David Kurniawan Bantul Share :

Proyek JJLS Gunungkidul baru tergarap 32 Km dari target 88 Km. Guna menyelesaikan proyek tersebut pada 2017, Gunungkidul membutuhkan 'suntikan' dana Rp300 miliar.

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Pembebasan lahan pembangunan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) terkendala minimnya anggaran. Akibatnya, jalur sepanjang 88 kilometer di Gunungkidul baru tergarap 32 kilometer. Sedang, Pemerintah DIY memberikan target di 2017 pembangunan tersebut harus sudah selesai.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Gunungkidul Supriyadi mengakui kesulitan mencapai target tersebut. Pasalnya, biaya yang dikeluarkan untuk pembebasan lahan mencapai ratusan miliar rupiah.

“Biayanya terlalu besar kalau kita tanggung sendiri. Untuk itu, kami akan mengajukan bantuan kepada Pemerintah DIY melalui dana kesitimewaan,” kata Supriyadi kepada wartawan, Jumat (2/1/2015).

Menurut dia, anggaran yang diajukan sebesar Rp300 miliar. Hanya, program tersebut kemungkinan baru terealisasi di 2016 mendatang. Sebab, danais tahun ini sebesar Rp18,9 miliar masih digunakan untuk urusan kebudayaan.

“Mau tidak mau kita mengajukannya di tahun depan. Mudah-mudahan bisa disetujui, sehingga program JJLS bisa selesai tepat waktu,” ulas mantan Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura itu.

Dia menjelaskan, dana tersebut akan digunakan untuk pembebasan lahan yang panjangnya masih 56 kilometer, dari toral ruas JJLS sepanjang 88 kilometer.

“Saat ini kami baru bisa mengerjakan ruas jalan sepanjang 32 kilometer. Rencananya, dengan anggaran tersebut juga digunakan untuk pembangunan jembatan hingga redesign program,” ungkapnya.

Dia menambahkan redesign dilakukan karena tumpang tindih dengan pengembangan program pariwisata di Gunungkidul. Desain awal JJLS berada di kawasan pantai sehingga berpotensi mengurangi pendapatan pemerintah dari sektor wisata.

“Untuk itu kita usulkan agar desain awal diubah, dan tidak menganggu jalur wisata,” papar Supriyadi.

Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Gunungkidul, Eddy Praptono mengungkapkan pembangunan jalan masih dari kata usai. Sebab, proses pengerjaan jalan belum mencapai separuhnya.

“Kita tetap berusaha untuk menyelesaikannya tepat waktu,” kata Eddy.

Dia tidak menampik program JJLS terkendala masalah pembebasan lahan. Harga tanah di sekitar kawasan ikut naik seiring adanya pembangunan itu.

“Hingga saat ini, baru 32 kilometer yang diselesaikan. Jadi masih sangat panjang prosesnya,” ungkapnya.