Tersangka 3 Kasus Korupsi Febrie Adriansyah Tak Ditahan, Ini Alasannya
Kejagung memastikan Febrie Adriansyah belum ditahan meski telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polri. Berkas perkara masih dipelajari.
Pencurian Kulonprogo terjadi di sebuah toko besi. Pelaku juga mengambil CCTV untuk menghilangkan jejak.
Harianjogja.com, KULONPROGO-Kawanan pencuri menyatroni Toko besi dan bangunan Suhud yang berlokasi di Jalan Wates Km 17, Selasa (13/1/2015) dini hari. Aksi yang diduga dilakukan lebih dari dua orang tersebut berhasil membawa kabur tiga mesin bor, uang sejumlah Rp1,5 juta yang disimpan di dalam brankas, serta alat perekam (DVR) CCTV.
Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) yang dilakukan Polsek Sentolo, pencuri diduga masuk dengan mencongkel pintu depan
menggunakan linggis. Terdapat kerusakan pada slot dan kunci pintu. Tidak hanya itu, polisi juga mendapati alat perekam CCTV yang terhubung
dengan delapan kamera CCTV hilang diambil pencuri dan diperkirakan untuk menghilangkan jejak.
Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh penjaga malam toko, Sifran Suherman, 45. Ketika itu sedang memantau kondisi toko dari
rumahnya yang berada tepat di sebelah toko. Sekitar pukul 02.00 WIB, ia mendengar suara benda jatuh.
“Waktu itu saya baru keluar dari kamar kecil dan mendengar ada suara gaduh, langsung saya cek,” ungkapnya. Pengecekan dilakukan Sifran
dari rumahnya karena ia memiliki monitor CCTV yang terhubung dengan toko.
Setelah menyalakan monitor CCTV, ia melihat dua orang tanpa penutup kepala sedang berusaha mencongkel brangkas. Tak lama kemudian,
gambar yang tayang di monitornya hilang karena koneksi terputus. Sifran pun segera lari menuju ke toko untuk mengecek secara langsung.
“Baru sampai teras toko, kawanan pencuri sudah keluar dan salah satu pelaku mengacungkan pisau,” terangnya. Ia pun mundur dan kawanan
pencuri kabur menggunakan mobil Daihatsu Xenia warna silver berplat D ke arah selatan.
Muji Yulianti, istri Sifran, mengaku sempat keluar rumah menyusul suaminya dan melihat maling yang baru saja masuk ke toko.
“Saya tidak berani hanya teriak maling saja,” imbuhnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kejagung memastikan Febrie Adriansyah belum ditahan meski telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polri. Berkas perkara masih dipelajari.
Sebanyak 140 pecatur mengikuti Bupati Kulonprogo Cup XVI. Kehadiran Master Nasional dan FIDE Master menjadi motivasi bagi atlet muda Kulonprogo.
Pembangunan Batalyon Teritorial Pembangunan di Banyusoco, Gunungkidul, diperkirakan paling cepat dimulai pada 2028 setelah izin lahan dan tahapan pembangunan te
Dugaan pungli PKL di CFD Taman Bungkul Surabaya diusut. Eri Cahyadi memastikan pedagang tidak dipungut biaya dan menggandeng polisi menelusuri pelaku.
Hari Jadi ke-195 Bantul menjadi momentum memperkuat mutu pendidikan dan pemerataan fasilitas sekolah di tengah capaian prestasi tingkat nasional.
Disdikpora DIY menegaskan tidak pernah mengizinkan tes TOEFL di sekolah dan menyiapkan langkah hukum atas dugaan pencatutan nama instansi.