PEREDARAN NARKOBA SLEMAN : PSK Ditangkap Seusai Pesta Sabu Bersama Pelanggan

Ilustrasi sabu-sabu (Desi Suryanto/JIBI - Harian Jogja)
16 Januari 2015 12:20 WIB Sunartono Sleman Share :

Peredaran narkoba Sleman 'dikirim' dari daerah lain, yakni Surakarta. Seorang PSK yang menggunakan narkoba jenis sabu

Harianjogja.com, SLEMAN - Sub Direktorat III Ditresnarkoba Polda DIY menangkap seorang Pekerja Seks Komersial (PSK) berinisial NTA, 35, saat turun dari terminal Giwangan, Kota Jogja, pekan lalu. Tersangka ditangkap atas dugaan penyalahgunaan sabu-sabu.

NTA diketahui merupakan salahsatu PSK yang beroperasi di Kota Jogja. Ia sebelumnya menjajakan seks di Gunung Kemukus Sragen Jawa Tengah, kemudian selama beberapa bulan terakhir hijrah ke area Jogja. Penyalahgunaan narkoba jenis sabu, berawal saat NTA memiliki pelanggan yang selalu memboking dirinya yakni EKO sejak beberapa bulan yang lalu. Setiap akan melakukan hubungan seks EKO membawa sabu dan mereka terlebih dahulu pesta sabu.

"Kami mendapatkan info dari masyarakat, kemudian anggota kami perintahkan untuk melakukan penyelidikan, NTA ternyata dia tinggal di daerah Giwangan [Kota Jogja]," ungkap Kasubdit III, Ditresnarkoba Polda DIY, AKBP Munzaid melalui ponselnya, Kamis (15/1/2015).

Pada Kamis (8/1/2015) pekan lalu sekitar pukul 14.00 WIB, NTA datang ke Surakarta untuk menemui EKO guna mendapatkan sabu. Sesampai di terminal Surakarta pukul 17.00 WIB, NTA dijemput EKO. Keduanya kemudian menginap di salahsatu hotel di Surakarta untuk melakukan hubungan seks dan pesta sabu. Tak hanya itu setelah NTA akan kembali ke Jogja, juga mendapatkan pasokan sabu dari EKO untuk dibawa ke
Jogja.

"Keduanya sempat mampir di warung angkringan untuk penyerahan sabu dan uang. Ternyata Eko juga mendapat pesanan dari temannya yang berinisial JKP," imbuhnya.

Munzaid menambahkan NTA ditangkap di terminal Giwangan sekitar pukul 20.00 WIB setelah turun dari bus. Ketika diperiksa di Tempat Kejadian Perkara (TKP) polisi sempat kesulitan mendapatkan barang bukti. Tetapi berkat kejelian petugas, pihaknya mendapati NTA menyimpan sabu di balik batre ponselnya.

"Sabu dalam HP ditindih batre lalu ditutup lagi, beratnya sekitar 0,3 gram," ujarnya.