Advertisement

HARGA BBM : Keputusan Penyesuaian Tarif Angkutan Setelah Evaluasi dan Analisa

Abdul Hamied Razak
Senin, 19 Januari 2015 - 05:20 WIB
Mediani Dyah Natalia
HARGA BBM : Keputusan Penyesuaian Tarif Angkutan Setelah Evaluasi dan Analisa

Advertisement

Harga BBM turun, tetapi Organda dan Dishub DIY masih membutuhkan waktu melakukan evaluasi dan analisa sebelum menyesuaikan harga.

Harianjogja.com, JOGJA-Disinggung waktu keputusan penyesuaian tarif angkutan setelah penurunan harga BBM, Ketua Organda DIY Agus Ardianto mengaku tergantung dari hasil pertemuan Organda DIY dengan Dishub DIY yang digelar Senin (19/1/2015) ini.

Advertisement

Jika daru pertemuan tersebut memutuskan perlu adanya evaluasi, paling tidak membutuhkan waktu satu sampai dua minggu. Pasalnya, Organda akan menghitung dan menganalisis biaya-biaya komponen yang membentuk tarif.

Setelah mendapatkan hitungan terkait tarif, Organda pun akan langsung menyampaikannya kepada pemerintah setempat. Namun, semua keputusan tersebut masih menunggu rapat yang akan digelar hari ini.

"Jadi, tunggu keputusan rapat besok (hari ini) apakah ada penyesuaian tarif sesuai harga BBM yang kembali turun," tukasnya, Minggu (18/1/2015).

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan penurunan harga BBM jenis premium dan solar. Harga kedua jenis BBM tersebut mulai berlaku pada Senin (19/1/2015) ini di mana harga premium turun menjadi Rp6.600 per liter dan solar turun menjadi Rp6.400 per liter. Dengan demikian, pemerintah telah menurunkan harga BBM dua kali pada awal tahun ini.

Harga tersebut mengalami penurunan sebanyak Rp1.000 untuk Premium dan Rp850 untuk Solar. Penurunan harga BBM kedua kalinya itu berdampak pada turunnya biaya operasional sebesar 8%. Lalu bagaimana sopir angkutan menyikapi turunnya harga BBM?

"Kalau bisa, tarif angkutan tidak usah turun dulu. Soalnya kalau harga BBM naik lagi, kami kesulitan untuk menaikkan tarif. Saat ini tarif Jogja- Parangtritis hanya Rp7.000," usul Suyanto sopir bus angkutan Jogja-Parangtritis di Terminal Giwangan, Jogja.

Hal senada disampaikan Junaedi, sopir trayek Jogja-Tempel. Menurutnya, tarif yang dipatoknya saat ini bisa saja diturunkan. Namun, hal itu berdampak pada minimnya keuntungan yang didapat sopir. Pasalnya, penurunan harga BBM belum tentu menurunkan harga kebutuhan hidup saat ini.

"Asal tahu saja, sejak pemerintah menurunkan harga BBM 1 Januari lalu, sampai sekarang harga-harga lainnya belum turun. Kalau angkutan disuruh turun, maka keuntungan kami sangat mepet karena biaya operasional masih tinggi," ujarnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terkait

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Fakta Baru Terungkap di Balik Serangan AS ke Iran

Fakta Baru Terungkap di Balik Serangan AS ke Iran

News
| Sabtu, 04 April 2026, 22:47 WIB

Advertisement

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Wisata
| Jum'at, 03 April 2026, 12:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement