PROYEK PERPUSTAKAAN : Dewan Panggil Badan Perpustakaan

21 Januari 2015 19:40 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Proyek perpustakaan yang masih karut marut menjadi perhatian DPRD DIY.

Harianjogja.com, JOGJA-Karut marutnya pembangunan perpusatakaan DIY di komplek Jogja Expo Center (JEC), Banguntapan, Kabupaten Bantul membuat Dewan 

Perwakilan Rakyat Daerah (DPRDY DIY geram. Komisi A berencana memanggil Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) untuk menjelaskan terkait proses pembangunan gedung perpustakaan yang diklaim termegah se-Asia Tenggara itu.

Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto mengatakan pembangunan gedung perpustakaan di atas lahan seluas empat hektare persegi itu sejatinya telah selesai awal tahun lalu. Pemda DIY hanya tingga menyelesaikan pengerjaan bagian interior dan taman yang sudah dianggarkan melalui APBD DIY.

"Kita akan minta penjelasan dari BPAD, Inspektorat dan Biro Hukum Pemda DIY, Senin (26/1/2015) mendatang," kata Eko di kantor DPRD DIY, Rabu (21/1/2015)

Reaksi dewan ini terkait dengan temuan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam inspeksi mendadak (Sidak) ke perpustakaan, Selasa (20/1/2015) lalu. Dalam sidak itu, Sultan mendapati atap gedung yang masih bocor, serta lantai dan tangga yang belum beres.

Menurut Eko, temuan Sultan tersebut termasuk spesifikasi bangunan fisik yang semestinya sudah selesai. Oleh karena itu, Komisi A butuh penjelasan terkait penggunaan anggaran pembangunan perpustakaan yang telah digunakan sekaligus penjelasan soal rencana penggunaan anggaran untuk penyelesaian interior dan taman yang sudah dianggarkan melalui APBD DIY 2015.

Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini mengaku, penjelasan dari Biro Hukum untuk memastikan apakah gedung perpustakaan itu sudah diserahkan oleh pihak pembangun ke Pemda DIY.

"Pada prinsipnya penggunaan anggaran APBD harus tepat waktu dan sasaran," kata Eko.