TARIF ANGKUTAN UMUM : Turun Antara 8 dan 12 %

27 Januari 2015 07:20 WIB Kusnul Isti Qomah Gunungkidul Share :

Tarif angkutan umum di Gunungkidul turun 8% dan 12 %

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Tarif kendaraan umum di Gunungkidul turun sebesar delapan persen untuk yang berbahan bakar solar dan 12 persen untuk yang berbahan bakar bensin.

Sekretaris Organisasi Angkutan Darat (Organda) Gunungkidul Wasdiyanto mengatakan, kesepakatan tersebut didapat dalam rapat koordinasi di Dishubkominfo Gunungkidul, Senin (26/1/2015). Menurut dia, penurunan tarif tersebut wajar.

“Penurunan harga bahan bakar bensin memang banyak. Ini sudah menjadi kesepakatan dan menunggu Surat Keputusan [SK] dari Bupati Gunungkidul,” ungkap dia kepada Harianjogja.com, Senin (26/1/2015).

Ia mengatakan, sebelumnya, dari rapat Organda di DIY, tarif angkutan umum di Gunungkidul turun sebesar lima persen. Namun, setelah dibahasa di tingkat kabupaten, tarif pun kembali diturunkan. Ia menjelaskan, seluruh paguyuban kendaraan umum turut diundang dalam pertemuan tersebut. Sehingga, informasi mengenai kebijakan
tersebut sudah disosialisasikan kepada seluruh anggota paguyuban. Namun, penerapan tarif masih menunggu SK dari bupati.

“Sayangnya, harga suku cadang tidak turun,” imbuh dia.

Salah satu sopir angkutan umum Jais mengatakan, pasrah dengan keputusan tersebut. Menurutnya, jika pemerintah sudah membuat sebuah keputusan, ia hanya bisa melaksanakannya. Jais mengaku, menerima penurunan tarif 12 persen tersebut.

“Tapi, saat ini kami masih menggunakan tarif lama yakni Rp4.000 untuk umum dan Rp2.000 untuk mahasiswa [jarak di bawah lima kilometer] karena belum ada surat resmi,” ungkap dia.

Ia mengeluhkan, penurunan tarif tersebut tak beimbas banyak pada pendapatannya. Pasalnya, jumlah penumpang setiap hari hanya sedikit sehingga pemasukannya pun kecil. Selain itu, ia mengeluhkan harga suku cadang yang masih mahal.

“Kalau inginnya saya, tarif tidak turun. Tapi, mau bagaimana lagi,” ungkap dia.

Salah satu pengguna angkutan umum Fitri mengatakan, ia senang jika ada penurunan tarif angkutan umum. Pasalnya, ia sering menggunakan angkutan umum untuk pergi bekerja. “Kalau jadi turun delapan persen dan 12 persen tentunya saya senang karena bisa menghemat pengeluaran,” pungkas dia.