BANDARA KULONPROGO : Warga Terdampak Pembebasan Lahan Berubah Sikap

27 Januari 2015 11:20 WIB Kulonprogo Share :

Bandara Kulonprogo mulai diterima oleh warga, terbukti sejumlah warga mulai merubah sikap setelah konsultasi publik

Harianjogja.com, KULONPROGO-Warga terdampak pembebasan lahan pembangunan Bandara Kulonprogo menunjukkan perubahan sikap dalam rencana pembangunan bandara di Kecamatan Temon.

Puluhan orang yang semula belum sepakat dengan pembangunan bandara saat konsultasi publik pertama, kini beralih mengisi formulir persetujuan.

Hal itu tampak dari kegiatan konsultasi publik lanjutan yang diadakan di Balaidesa Sindutan dan Kebonrejo, Senin (26/1/2015).

Tim Community Development Pembangunan Bandara Ariyadi Subagyo menuturkan alasan perubahan sikap warga karena mereka belum paham informasi detail terkait rencana pembangunan bandara pada konsultasi publik yang lalu.

Diakuinya, sekalipun kedua desa tersebut relatif kondusif namun terdapat pula warga yang tidak setuju dengan keberadaan bandara baru.

“Warga terdampak pembebasan lahan yang belum setuju kami undang lagi dalam konsultasi publik lanjutan kali ini dan sebagian undangan lain diperuntukkan bagi warga terdampak pembebasan lahan yang belum sempat terdata sehingga tidak ikut konsultasi publik pertama,” terangnya.

Ia menyebutkan, pelaksanaan konsultasi publik lanjutan bagi warga terdampak pembebasan lahan di Kebonrejo dilakukan dengan menyebar 47 undangan.

Peserta yang hadir sebanyak 43 undangan dan dari jumlah tersebut hanya dua undangan yang menyatakan keberatan.

Adapun di Sindutan konsultasi publik dihadiri 27 dari 35 undangan dan hanya satu undangan yang menyatakan keberatan, sementara satu undangan dibatalkan dan tidak berlaku karena mencantumkan nama peserta yang sama dengan undangan lainnya.