RUSUNAWA KULONPROGO : Triharjo Belum Siap Huni, Mengapa?

Lingkungan di sekitar rusunawa Triharjo masih tampak belum tertata dan belum siap huni, Selasa (27/1/2015). (JIBI/Harian Jogja - Holy Kartika N.S.)
28 Januari 2015 14:40 WIB Kulonprogo Share :

Rusunawa Kulonprogo selesai dibangun tahun lalu tetapi belum dapat dihuni.

Harianjogja.com, KULONPROGO- Rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) yang berada di Desa Triharjo sampai saat ini belum siap ditempati. Sebelumnya, rusunawa itu ditargetkan sudah dapat dihuni pada awal tahun ini.

"Listrik dan air belum dipasang. Masih ada yang diperbaiki," ujar Warno salah satu pekerja saat ditemui Harianjogja.com di lokasi, Selasa (27/1/2015).

Pembangunan fisik dari rusunawa yang berdiri di dekat lokasi pabrik wig itu telah selesai tahun lalu. Bahkan, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kulonprogo telah membuka pendaftaran bagi masyarakat yang tertarik menempati rusunawa yang dibangun dua tower ini. Namun, ternyata sejumlah fasilitas belum selesai dipasang.

Kabid Cipta Karya DPU Kulonprogo Zahram Asurawan mengungkapkan, IPAL Komunal untuk rusunawa itu belum dianggarkan.

"Masih ada pekerjaan yang belum teranggarkan. Jaringan IPAL Komunal belum dibuat," ujar Zahram.

Proyek yang dikerjakan dan didanai Kementerian Pekerjaan Umum itu pembangunan fisik bangunan bernilai kurang lebih Rp27 miliar. Zahram mengatakan jaringan limbah yang belum dibuat itu dianggarkan tahun ini. Berdasarkan Surat Perintah Kerja (SPK) kepada kontraktor, kemungkinan pembangunan IPAL akan dimulai pada Maret mendatang.

Tak hanya persoalan IPAL Komunal yang belum terbangun. Jaringan listrik bahkan belum terpasang. Zahram mengatakan, jaringan listrik telah dibicarakan bersama Perusahaan Listrik Negara (PLN).

"Ada sedikit selisih dengan PLN, terkait penerapan nilai baru. Jaringan listrik sepenuhnya akan dipasang PLN, dan sepertinya Maret akan dimulai juga dengan dana dari anggaran PLN. Kalau kami sendiri yang buat tidak sanggup karena anggarannya akan sangat besar," imbuh Zahram.

Sementara itu, jumlah pendaftar calon penghuni rusunawa juga sudah cukup banyak. Zahram mengatakan, pendaftar yang mengambil formulir sudah mencapai lebih dari 300 orang. Sedangkan kapasitas rusunawa itu hanya 196 kamar. Sampai saat ini formulir yang kembali baru sekitar 100 lembar.

"Formulir yang masuk juga belum kami verifikasi. Pokoknya menunggu semua fasilitas yang ada terbangun dulu. Tahun ini kami juga akan melakukan pengerjaan jalan dan penerangan jalan umum," tandas Zahram.