BANGUNAN CAGAR BUDAYA : Di Depan Sekolah Dibangun Hotel, Tanah Disamping Pagar Longsor

Logo SMPN 3 Jogja (smpn3yk.6te.net)
29 Januari 2015 15:40 WIB Bernadheta Dian Saraswati Jogja Share :

Bangunan cagar budaya, tepatnya pihak SMPN 3 Jogja khawatir pembangunan hotel yang ada di depan sekolah dapat membahayakan siswa.

Harianjogja.com, JOGJA-Pembangunan hotel di jl. Pajeksan no 10 Jogjakarta menuai protes di kalangan warga SMP N 3 Jogja. Pasalnya, sekolah yang menjadi Bangunan Cagar Budaya (BCB) itu berada tepat di belakang lokasi proyek. Salah satu dampak yang dirasakan sekolah adalah longsornya tanah di samping pagar pada halaman depan. Hal itu terjadi akibat pengerukan lahan hotel oleh alat berat eskavator jenis backhoe.

Kepala Sekolah SMP 3 Jogjakarta, Sofwan, mengatakan pihaknya sudah mengirimkan surat kepada Walikota terkait kerusakan pagar pada 19/1 dan sudah mendapat tembusan dari Dinas Perizinan Kota Jogja agar pihak pengembang hotel memperbaiki kerusakan sekolah.

Sofwan menjelaskan selama proses pembangunan hotel, pihak kontraktor belum secara langsung meminta izin kepada sekolah. Mereka hanya melakukan kesepakatan dengan pihak warga yang diwakili ketua RW setempat.

“Yang diberi tahu itu pak RW sini. Kami juga tahu dari ambeng yang dikirimkan ke sekolah sebagai tanda kalau mau melakukan pembangunan gedung. Pihak kontraktor sendiri belum kulanuwun ke sekolah dan belum izin kalau mau dibangun hotel,” kata Sofwan saat ditemui di ruangannya, Rabu (28/1/2015).

Selama ini pihaknya juga belum diajak membicarakan tentang izin ganguan. Terkait waktu longsornya tanah di samping pagar SMP 3 Yogyakarta, Sofwan menjelaskan proses pengerukan tanah dilakukan pada jam belajar siswa.

“Pengedukannya pas jam sekolah berarti kejadian longsornya pas jam sekolah,” tegas dia.

Menambahkan, Pujiono selaku guru Bahasa Indonesia sekaligus pembantu kesiswaan menjelaskan, dengan kerusakan itu pelaku pembangunan harus bertanggung jawab.

“Kami tidak mau tahu yang penting anak kami aman ketika melintas di situ,” kata dia.