DPRD Gunungkidul Siapkan Perda Reklame, Bidik Optimalisasi PAD
DPRD Gunungkidul membahas Raperda Penyelenggaraan Reklame untuk mengoptimalkan PAD, menata reklame, dan memperkuat kepastian hukum.
Lapak-lapak pedagang masih terlihat berjejer di pinggir Pantai Nguyahan. Rencananya, seluruh pedagang akan dipindah ke kios yang sedang dibangun, dan lapak-lapak itu akan dibongkar. Foto diambil Jumat (9/1/2015). (JIBI/Harian Jogja/David Kurniawan)
Penataan Gunungkidul diharapkan tidak hanya dari sisi pembangunan fisik tetapi juga pendampingan berkelanjutan.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Wakil Bupati Gunungkidul Immawan Wahyudi berharap pengembangan wisata di kawasan Pantai Nguyahan tidak sebatas pembangunan, sebab terus dilakukan program pendampingan yang berkelanjutan. Hal itu disampaikan saat melakukan pemantauan pembagunan 35 kios di kawasan Pantai Nguyahan, Rabu (28/1/2015) sore.
“Sudah dalam proses yang benar. Pengembangan kawasan tersebut juga sudah sesuai dengan program Pemerintah Kabupaten [Pemkab] Gunungkidul yang bertumpu pada pembangunan sektor pariwisata. Harus berkelanjutan, karena jangan sampai salah arah dan terkesan asal-asalan,” kata Immawan, Rabu (28/1/2015).
Program pendampingan, maupun pengawasan yang dilakukan membutuhkan peran aktif dari pemerintah desa. Immawan mencontohkan perangkat desa bisa berkonsultasi dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata atau dengan stakeholder yang lain. Hasil konsultasi tersebut kemudian dijalankan bersama pelaku wisata yang ada.
Sementara itu, Kepala Desa Kanigoro Santoso mengatakan penataan obyek Pantai Nguyahan masih dalam proses penyelesaian. Dia mengakui, penataan kawasan sempat mandek beberapa hari, dikarenakan sisa anggaran dari program Masterplan Percepatan Perluasan Pengurangan Kemiskinan Indonesia (MP3KI) tidak bisa dicairkan.
“Namun semua sudah bisa diatasi, dan sejak tiga hari yang lalu program sudah kembali berjalan. Untuk saat ini, fokus pembangunan dengan membuat jalan cor blok yang menghubungkan Pantai Ngobaran-Nguyahan,” kata dia, di sela-sela mendampingi wakil bupati meninjau lokasi.
Santoso menjelaskan penataan kawasan mendapat dukungan penuh dari masyarakat. Para pedagang tidak keberatan untuk dipindah ke lokasi kios yang saat ini sedang dibangun. Dia mengakui pembangunan 35 kios belum mampu menampung seluruh pedagang. Sebab, jumlah pedagang di kawasan tersebut ada sekitar 50 orang. Namun, Santoso menilai hal tersebut bukan menjadi hambatan, karena pedagang diperbolehkan membangun di lahan-lahan kosong di dekat kios.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul membahas Raperda Penyelenggaraan Reklame untuk mengoptimalkan PAD, menata reklame, dan memperkuat kepastian hukum.
Media Jepang menyoroti fenomena ratusan WNI yang menggunakan nama karakter anime seperti Naruto, Uzumaki, Nobita, hingga Sasuke berdasarkan data Dukcapil Semest
Korban tewas gempa magnitudo 7,4 di Kolombia bertambah menjadi 265 orang. Sebanyak 3.494 warga terluka dan 496 lainnya masih dinyatakan hilang.
EcoTank Epson tembus penjualan 100 juta unit secara global. Indonesia menjadi negara pertama yang memperkenalkan teknologi printer tangki tinta Epson.
Google resmi meluncurkan Pixel 11 Series yang terdiri dari Pixel 11, Pixel 11 Pro, Pixel 11 Pro XL, dan Pixel 11 Pro Fold. Dibekali Tensor G6, Gemini AI terbaru
ASUS ExpertBook P5 G2, Laptop Kerja Terbaik Berbasis Intel Core Ultra Series 3Performa, efisiensi dan keamanan kelas bisnis dalam laptop berdesain ringkas