Advertisement
BANDARA KULONPROGO : Tim Pembangunan Dukung Kawasan Wisata Dipertahankan
Advertisement
Bandara Kulonprogo, desakan pelaku wisata agar Tim Bandara mempertahankan kawasan wisata Glagah dipertimbangkan.
Harianjogja.com, KULONPROGO-Pelaku wisata di kawasan Pantai Glagah mendatangi Tim Pengadaan Lahan Bandara untuk meminta kepastian lokasi bandara. Serupa dengan keinginan yang diungkapkan kepada Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo sehari sebelumnya, mereka ingin areal bandara tidak menggusur lokasi wisata Glagah
dan sarana pendukung yang terdapat di dalamnya. Hal itu diungkapkan Tim Community Development Pembangunan Bandara, Ariyadi Subagyo seusai pelaksanaan konsultasi publik di Balaidesa Glagah, Selasa (3/2/2015).
Advertisement
Ariyadi mengatakan perwakilan pelaku wisata sempat memintanya membuat kesepakatan secara tertulis yang berisi PT Angkasa Pura (AP) I tidak akan menggusur kawasan wisata Glagah dalam proses pembangunan dan saat bandara sudah beroperasi. Kendati demikian, ia enggan menyanggupi permintaan secara tertulis karena
bukan wewenangnya untuk memutuskan hal tersebut.
“Namun yang jelas kami mendukung keberadaan kawasan wisata Glagah dan akan membahas serta membantu mengusulkan hal itu dalam rapat direksi,” tuturnya.
Usulan tersebut dapat dipertimbangkan mengingat hal serupa juga diterapkan untuk kawasan Gunung Lanang. Semula kawasan yang kerap dijadikan tempat spiritual tersebut masuk dalam areal bandara, tetapi dengan pertimbangan dari masyarakat, areal tersebut tidak jadi tergusur.
Terlebih, kata dia, kawasan wisata Glagah merupakan satu-satunya objek wisata yang potensial di pesisir Kulonprogo sehingga dengan beroperasinya bandara, dua kawasan tersebut akan saling mendukung.
Project Manager Pembangunan Bandara Baru Bambang Eko mengatakan sejauh ini kawasan wisata Glagah, termasuk laguna dan areal parkir tidak terkena.
“Perubahan batas patok bisa dibicarakan dengan direksi,” ungkapnya. Ia menguraikan wilayah Joglo labuhan ke Pantai Congot aman dan tidak tergusur.
Bambang tidak menampik semula areal parkir terkena gusur, tetapi setelah pembahasan lebih lanjut tidak satu pun kawasan wisata dan sarana pendukung yang masuk menjadi areal bandara.
“Termasuk akses jalan juga tidak terkena dan aman,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement





