KEMISKINAN DI SLEMAN : 43.798 Keluarga di Sleman Masih Miskin

JIBI/Harian Jogja/Desi SuryantoDua orang warga menunjukkan Kartu Perlindungan Sosial bersama KTP dan uang sebesar Rp 400 Ribu seusai mengambil dana Program Simpanan Keluarga Sejahtera (PSKS) di Kantor Pos Besar Yogyakarta, Selasa (18/11 - 2014). Program pemberian bantuan dana simpanan dari pemerintah itu bertujuan untuk membangun keluarga produktif dalam memberdayakan dan melindungi masyarakat miskin. Rumah Tangga Sasaran (RTS) muali dapat mengambil dana dana tersebut di kantor Pos Besar Yogyakarta sesuai j
02 Maret 2015 17:40 WIB Rima Sekarani Sleman Share :

Kemiskinan di Sleman masih perlu mendapatkan penanganan karena saat ini angka warga miskin masih 43.788 keluarga

Harianjogja.com, SLEMAN—Ketua Tim Penanggulangan Kemiskinan (TPK) Kabupaten Sleman, Yuni Satia Rahayu mengakui, penurunan angka kemiskinan masih jauh dari kata siginifikan.

Meski demikian, dia masih yakin peran TPK di tingkat kecamatan dan desa bisa dimaksimalkan untuk mendampingi warga miskin untuk beranjak dari jerat kemiskinan.

Pada 2013, kemiskinan masih dialami oleh 45.037 kepala keluarga (KK) dari total 324.141 KK. Pada 2014, jumlahnya menurun jadi 43.798 KK dari total 369.534 KK.

“Hanya turun 2,04 persen. Dari 13,89 persen jadi 11,85 persen. Selama ini penurunannya memang sedikit begitu,” ujar Yuni, Sabtu (27/2/2015).

Menurut Yuni, masyarakat harus digerakkan bersama demi menanggulangi kemiskinan. Itulah alasan TPK yang mulai dibentuk dua tahun lalu melibatkan berbagai elemen masyarakat, di antaranya dari Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa, Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK), hingga Karang Taruna.

“Anggota TPK yang berasal dari tokoh masyarakat setempat akan mudah melakukan pendataan yang lebih akurat melalui sistem rujukan terpadu. Begitu pula dalam pendampingan karena mereka lebih memahami karakteristik dan kebutuhan masyarakat di wilayah masing-masing,” ujar Yuni yang masih menjabat sebagai Wakil Bupati Sleman hingga Agustus 2015 mendatang.