10 Desa Ditarget Punya Produk Andalan

09 Maret 2015 16:40 WIB Bhekti Suryani Bantul Share :

10 Desa di Bantul ditarget punya produk andalan untuk meningkatkan perekonomian

Harianjogja.com, BANTUL—Pemerintah Kabupaten Bantul menargetkan tahun ini bisa membantu dan mendampingi 10 desa dalam prioritas program produk andalan setempat (PAS) untuk meningkatkan perekonomian desa.

Kepala Bidang Pemerintahan dan Pemberdayaan Masyarakat Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bantul Fauzan Arifin mengatakan sejak 2013 Pemkab Bantul telah mengakomodasi program nasional one village one product (Ovop) yang di Bantul dinamai PAS.

Program ini adalah upaya pengentasan kemiskinan dengan mengembangkan potensi di suatu desa. Ia mencontohkan di Imogiri, terdapat potensi wedang uwuh, pemerintah ikut membantu proses produksi dan pemasaran.

“Ide dari masyarakat, kami [Pemkab] hanya memfasilitasi," kata Fauzan Arifin, Minggu (8/3/2015).

Tahun ini, ada 10 desa yang ditargetkan untuk dibantu dan didampingi. Harapannya tercipta pasar-pasar baru di desa tersebut sesuai potensi yang ada di wilayah ini.

Kesepuluh desa tersebut antara lain berada di Kecamatan Sewon, Sedayu, Pundong, Bambanglipuro, Pajangan, Kretek, Dlingo dan Bantul.

Pembangunan beragam sesuai potensi masing-masing wilayah. Contohnya kalau di Pundong potensi mides, Pemkab akan membangunkan rumah produksi.

“Kalau di sana ada potensi wisata gua, kami bangunkan akses jalan dan fasilitas wisata," ujar Fauzan.

Program PAS tidak ditargetkan selesai dalam setahun. Pendampingan akan berhenti bila masyarakat sudah mampu berdiri sendiri dengan usahanya.

“Pendampingannya terus menerus. Kami akan wawancarai mereka sudah sampai tahap mana,” paparnya.

Staf Bappeda Bantul Eni Kriswandari menyatakan Bantul memiliki tim penanggulangan kemiskinan yang dibentuk sampai tingkat dusun.

Selain mendata jumlah penduduk miskin, tim ini ikut memantau program penanggulangan kemiskinan di wilayah ini, misalnya program PAS.

“Tim ini pelaksananya Badan Kesejahteraan Keluarga tapi di bawah koordinasi Bappeda,” ungkap Eni.