GERAKAN ANTIKORUPSI : Ini Seruan Istri Gusdur untuk Perempuan Indonesia

10 Maret 2015 00:20 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Gerakan antikorupsi terus bermunculan. Kali ini, istri mendiang Gusdur, Shinta Nuriyah mengajak perempuan melawan korupsi.

Harianjogja.com, JOGJA-Istri mantan Presiden RI Abdurahman Wahid (Gusdur), Shinta Nuriyah merasa prihatin adanya upaya pelemahan terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Bahkan menurut dia, serangan balik koruptor mengancam semua elemen yang pro pemberantasan korupsi.

"KPK dilumpuhkan, Komnas HAM dan banyak penegak hukum dihambat untuk menegakkan pemberantasan korupsi," kata Shinta Nuriyah saat menghadiri aksi happening art ratusan perempuan antikorupsi di Komplek Balai Pelestarian Nilai Budaya di Jalan Katamso, Jogja, Minggu (8/3/2015)

Menurut Shinta, para koruptor saat ini sudah masuk dalam lembaga-lembaga terhormat, penegak hukum, partai politik, bahkan institusi agama sekali pun. Mereka memiliki senjata ampuh untuk melancarkan, memuluskan tindakan korup dengan menggunakan lembaga negara agar tidak terdeteksi.

Shinta mengingatkan, para penggerak antikorupsi harus bersikap kritis terhadap koruptor dan jangan sampai terjebak dalam sekenario koruptor.

"Perempuan indonesia antikorupsi satukan langkah dan pemikiran laksanakan perjuangan untuk menentang korupsi," tegas Shinta.

Dalam pernyataan sikap Perempuan Indonesia Antikorupsi (PIA) Jogja yang dibacakan Shinta Nuriyah menyatakan bahwa perempuan tidak akan tinggal diam ketika upaya pemberantasan korupsi terancam, ketika upaya menghentikan korupsi dihadang para penguasa.

Perempuan tidak akan tinggal diam ketika KPK, jantung perlawanan korupsi dipaksa berhenti. PIA Jogja juga mendorong penguatan antikorupsi dilakukan semua elemen masyarakat.

"Perempuan untuk berada di garda depan dalam upaya pemberantasan korupsi," kata Shinta.