PAD Wisata Gunungkidul Melejit, Dewan Minta Target Dinaikkan
PAD wisata Gunungkidul tembus Rp26 miliar hingga Mei 2026. DPRD meminta target pendapatan daerah dinaikkan saat APBD Perubahan.
Ilustrasi perawatan pasien di rumah sakit (JIBI/Harian Jogja/Dok.)
Gunungkidul kekurangan kamar rumah sakit sebab ketersediaan yang ada saat ini belum ideal
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Pelayanan kesehatan di Gunungkidul masih kekurangan tempat tidur untuk rawat inap. Sebab dari jumlah kebutuan ideal sebanyak 764 kasur, baru tersedia sekitar 450 unit.
Harapannya dengan wacana pembangunan rumah sakit baru bisa memberikan pelayanan yang lebih baik lagi.
Kepala Seksi Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Dinas Kesehatan Gunungkidul Abdul Aziz mengakui masih kekurangan kasur untuk perawatan.
Berdasarkan total jumlah penduduk yang ada, di Gunungkidul diwajibkan memiliki 764 kamar.
“Kenyataannya kami baru bisa menyediakan 450 kasur. Ke depannya, kami juga akan berusaha memenuhi standarisasi itu,” kata Aziz kepada wartawan, seusai pertemuan dengan anggota DPD RI Hafidz Ashrom di Bangsal Sewokoprojo, baru-baru ini.
Dia pun berharap, rencana pembangunan rumah sakit di Kecamatan Saptosari dan Playen diharapakan bisa mengurangi kekurangan tersebut. Namun demikian, ada pekerjaan yang harus diselesaikan. Meski ketersediaan fasilitas dapat dipenuhi, tetap harus dibarengi dengan pemenuhan sumber daya manusia pendukung, untuk mengoperasionalkan rumah sakit baru itu.
“Kalau hanya sebatas fasilitas tanpa ada tenaga medis pendukung, kan jadi sia-sia. jadi semuanya harus seimbang, kalau memang ada rumah sakit baru, juga harus diiringi dengan rekrutmen tenaga medis,” katanya.
Aziz menambahkan, permasalahan tidak hanya pada tempat tidur untuk perawatan. Sebab, fasilitas kesehatan pertama di Gunugkidul baru tersedia 104 unit. Padahal untuk jumlah ideal harus ada 152 unit pelayanan kesehatan. “Masih sangat kurang, terlebih lagi pada 2019 mendatang seluruh penduduk harus tercover dalam BPJS,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PAD wisata Gunungkidul tembus Rp26 miliar hingga Mei 2026. DPRD meminta target pendapatan daerah dinaikkan saat APBD Perubahan.
Bakom menilai kunjungan Prabowo ke Prancis perlu dilihat dari manfaat dan hasilnya, termasuk kesepakatan investasi senilai Rp61,25 triliun.
Wasekbid PB HMI Raenald Arzan Sitompul mengajak mahasiswa memperkuat literasi digital dan mengisi ruang siber dengan gagasan kritis serta edukatif.
Veda Ega Pratama finis posisi kedelapan Moto3 Italia 2026 di Mugello setelah sempat menembus lima besar dalam balapan sengit.
Siswa asal Jogja Solomon Darren Wang publikasikan 3 jurnal internasional saat SMA. Bahas TikTok, Taylor Swift, hingga viral justice.
POPSI mendukung perbaikan tata kelola sawit melalui Danantara, namun meminta pemerintah menjaga stabilitas harga dan kesejahteraan petani sawit.