Puncak Kemarau Agustus, Warga Gunungkidul Diminta Hemat Air
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Ilustrasi perawatan pasien di rumah sakit (JIBI/Harian Jogja/Dok.)
Gunungkidul kekurangan kamar rumah sakit sebab ketersediaan yang ada saat ini belum ideal
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Pelayanan kesehatan di Gunungkidul masih kekurangan tempat tidur untuk rawat inap. Sebab dari jumlah kebutuan ideal sebanyak 764 kasur, baru tersedia sekitar 450 unit.
Harapannya dengan wacana pembangunan rumah sakit baru bisa memberikan pelayanan yang lebih baik lagi.
Kepala Seksi Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Dinas Kesehatan Gunungkidul Abdul Aziz mengakui masih kekurangan kasur untuk perawatan.
Berdasarkan total jumlah penduduk yang ada, di Gunungkidul diwajibkan memiliki 764 kamar.
“Kenyataannya kami baru bisa menyediakan 450 kasur. Ke depannya, kami juga akan berusaha memenuhi standarisasi itu,” kata Aziz kepada wartawan, seusai pertemuan dengan anggota DPD RI Hafidz Ashrom di Bangsal Sewokoprojo, baru-baru ini.
Dia pun berharap, rencana pembangunan rumah sakit di Kecamatan Saptosari dan Playen diharapakan bisa mengurangi kekurangan tersebut. Namun demikian, ada pekerjaan yang harus diselesaikan. Meski ketersediaan fasilitas dapat dipenuhi, tetap harus dibarengi dengan pemenuhan sumber daya manusia pendukung, untuk mengoperasionalkan rumah sakit baru itu.
“Kalau hanya sebatas fasilitas tanpa ada tenaga medis pendukung, kan jadi sia-sia. jadi semuanya harus seimbang, kalau memang ada rumah sakit baru, juga harus diiringi dengan rekrutmen tenaga medis,” katanya.
Aziz menambahkan, permasalahan tidak hanya pada tempat tidur untuk perawatan. Sebab, fasilitas kesehatan pertama di Gunugkidul baru tersedia 104 unit. Padahal untuk jumlah ideal harus ada 152 unit pelayanan kesehatan. “Masih sangat kurang, terlebih lagi pada 2019 mendatang seluruh penduduk harus tercover dalam BPJS,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Kapal tanker ADNOC diserang rudal di Selat Hormuz. UEA menuding Iran dan sejumlah negara Teluk mengecam serangan tersebut.
Istana Kepresidenan menegaskan belum ada rencana Presiden Prabowo Subianto melakukan perombakan atau reshuffle Kabinet Merah Putih dalam waktu dekat. Menteri Se
Polresta Karawang menangkap tiga pelaku pengoplos LPG subsidi 3 kg. Polisi menyita 245 tabung dan peralatan pemindahan gas.
Donald Trump menandatangani dua perintah eksekutif untuk memperketat birthright citizenship dan melarang praktik wisata kelahiran di AS.
Progres Tol Jogja-Solo ruas Prambanan-Purwomartani mencapai 98%. Jasa Marga menyebut pembangunan terus dipercepat.