HARGA KEBUTUHAN POKOK : Bawang Merah Bakal Tinggi selama Hujan

JIBI/SOLOPOS/Agoes RudiantoBAWANG IMPOR-Pekerja menyortir bawang di pasar legi, Solo, Rabu (18 - 1). Melimpahnya pasokan akibat adanya impor bawang merah membuat harga bawang merah lokal anjlok. Impor, antara lain, dari China, Filipina, dan Thailand.
21 Maret 2015 04:20 WIB Bernadheta Dian Saraswati Bantul Share :

Harga kebutuhan pokok untuk komoditas bawang merah diperkirakan tetap tinggi selama musim hujan

Harianjogja.com, BANTUL—Pedagang meyakini harga bawang merah bakalan tinggi selama musim hujan. Rendahnya daya tahan bawang merah terhadap hujan disinyalir menjadi penyebab naiknya harga salah satu kebutuhan pokok itu.

Pedagang bawang merah Pasar Bantul, Adik Lasuri, mengatakan bawang merah cocok ditanam saat kemarau. Daya tahannya pun lebih lama dibanding saat musim hujan. “Kalau kemarau bisa tahan tiga pekan tapi kalau hujan satu pekan saja sudah lembek,” ungkapnya, Kamis (19/3/2015).

Dirinya yakin harga bawang merah yang saat ini menembus angka Rp28.000 per kilogram akan naik sewaktu-waktu. “Distributor Jogja yang biasanya menahan berapa ton sekarang enggak sampai ton-tonan. Tandanya kan stok terbatas jadi harga naik,” kata Lasuri.

Pedagang lain, Yayuk, yang membuka lapaknya di sisi tengah Pasar Bantul, menjual bawang merah sampai Rp30.000 per kilogram untuk kualitas bagus.

Ia mengeluhkan kondisi harga bawang merah yang terus meningkat karena berpengaruh pada pembelian konsumen. “Biasanya beli kiloan sekarang paling cuma seperempat,” katanya.

Kepala Seksi Pengembangan Perdagangan Dalam dan Luar Negeri Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Bantul, Zanita Sri Andanawati, mengatakan kenaikan harga barang merah merupakan siklus tahunan.

Berdasarkan pengamatan tahun-tahun sebelumnya, jika harga beras stabil maka komoditas lain akan mengikuti.

“Harga akan stabil kalau sudah ada panen raya. Sementara tahun ini panen raya baru dimulai jadi tunggu saja, saat ini beras sudah stabil, komoditas lainnya nanti akan mengikuti,” ungkap Nita di ruangannya.

Ketidakstabilan harga biasanya terjadi dalam kurun waktu dua sampai tiga bulan. Seperti halnya beras yang hargaya mulai beranjak naik sejak Januari dan kini mulai stabil.

“Bawang merah pun juga begitu. Jadi tunggu saja setelah panen raya karena masa tanam berbeda-beda,” ungkapnya.