PENEMUAN BAYI BANTUL : Janin Ini Dibuang di Sungai Progo

Ilustrasi mayat bayi (Bbc.co.uk)
28 Maret 2015 06:20 WIB Bhekti Suryani Bantul Share :

Penemuan bayi Bantul berada di tempat bervariasi.

Harianjogja.com, BANTUL- Pembunuhan terhadap bayi yang kelahirannya tidak diinginkan di Bantul semakin sadis. Seorang bayi dibuang dengan cara dihanyutkan di sungai Progo.

Pembuangan bayi secara sadis bukan kali pertama terjadi di Bantul. Tahun lalu, seorang bayi baru lahir dibuang ibunya sendiri ke kolam lele. Tren sadisnya pembunuhan atau pembuangan bayi itu diungkapkan psikolog dari Lembaga Psikologi dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (LPPSDM) Aksita Jogja, Lucia Peppy Novianti.

"Kalau dulu orang membuang bayi ke panti asuhan, sekarang dihanyutkan. Pemberitaan dari media menunjukan semakin banyak pembuangan bayi secara sadis," kata Lucia.

Dari sisi psikologi, perempuan atau ibu pembuang bayi menurut Lucia saat ini kebanyakan memiliki kemampuan yang rendah menghadapi krisis atau masalah. Misalnya menghadapi kehamilan tidak diinginkan. Salah satu cara paling cepat mengatasi frustasi itu adalah dengan secepatnya menyingkirkan bayi yang dianggap sebagai masalah.

Sementara cara sadis yang dipilih menurutnya bisa karena meniru kasus lain. "Bisa meniru dari media karena cara menyingkirkan bayi ya dibuang, dibunuh itu yang dia tahu," imbuhnya.

Lucia menyarankan, pendikan seks di kalangan remaja atau masyarakat tidak hanya membahas mengenai kesehatan reproduksi dan norma-norma sosial. Namun juga mengajarkan, bagaimana mengatasi masalah bila seseorang terlanjur mengalami kehamilan tidak diinginkan.

"Edukasi itu bisa dilakukan di sekolah atau di lembaga terkait seperti puskesmas dan dinas sosial, agar juga mengajarkan bagaimana menghadapi konsekuensi. Tapi bukan berarti mengajarkan hamil di luar nikah," terang dia.