WISATA KULONPROGO : Sendratari Sugriwo Subali Legenda Epic Jadi Ikon Menoreh

28 Maret 2015 09:20 WIB Kulonprogo Share :

Wisata Kulonprogo dipercantik dengan kehadiran sendratari Sugriwo Bali.

Harianjogja.com, KULONPROGO – Kisah legenda kera kembar dalam cerita Ramayana, Sugriwo Subali, akan menjadi ikon baru di Kulonprogo. Cerita tersebut telah dikemas dalam pementasan epic Sendratari Sugriwo Subali yang ditampilkan ratusan masyarakat Desa Jatimulyo, Girimulyo.

Sendratari Sugriwo Subali akan menjadi pementasan utama yang akan digelar secara rutin setiap minggu ketiga di Pendapat Objek Wisata Goa Kiskendo. Geo heritage yang dimiliki Bumi Menoreh ini telah menjadi objek wisata unggulan. Digelarnya sendratari tersebut diharapkan tak hanya akan menambah minat pengunjung, tetapi menjadikan goa tersebut sebagai destinasi budaya bagi daerah ini.

Kabid Kebudayaan Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kulonprogo Joko Mursito mengatakan, sendratari ini akan menjadi magnet wisata di kawasan Menoreh. Bedah Menoreh berbasis budaya akan membedah potensi pariwisata di kawasan ini.

“Pengembangan kawasan Menoreh sudah mulai dilakukan. Bahkan, pelebaran jalan di kawasan objek wisata ini sudah dilakukan dan tinggal penyempurnaan,” ujar Joko di kantornya, Rabu (25/3/2015).

Joko memaparkan, tarian yang dinamakan Tari Surya Kiskendha itu melibatkan kurang lebih 100 penari yang terdiri dari pemuda dan pemudi Desa Jatimulyo. Hal itu dilakukan untuk memberdayakan warga sekitar untuk turut mendukung pariwisata di kawasan ini.

“Penggarapan tarian kolosal ini setidaknya melibatkan teman-teman dari Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Namun, upaya pelestarian kesenian tersebut tetap memberdayakan masyarakat sekitar objek wisata,” imbuh Joko.

Lebih lanjut Joko memaparkan, pengembangan objek wisata Goa Kiskendo bersumber dari anggaran dana keistimewaan. Dia berharap, sendratari ini dapat meningkatkan kunjungan wisata serta mendukung kesejahteraan warga sekitar.

Dia memaparkan, kemiripan kisah yang ada di India tersimpan dalam ukiran relief dan sejumlah ornament yang ada di dalam Goa Kiskendo, Gunung Kelir dan Watu Blencong. Masyarakat meyakini, kisah tersebut masih begitu dekat dengan legenda yang ada di cerita-cerita Jawa.