Advertisement
Kulonprogo Galakkan Eliminasi Radikal Malaria
Advertisement
Kabupaten Kulonprogo menggalakkan eliminasi radikal Malaria
Harianjogja.com, KULONPROGO– Memeringati Hari Malaria Sedunia, Pemkab Kulonprogo turut berpartisipasi dalam Gerakan Gebrak Malaria. Sejak awal tahun ini, jumlah kasus malaria yang ditemukan telah mencapai 36 penderita.
Advertisement
Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo mengungkapkan, penanganan malaria perlu dilakukan secara radikal. Eliminasi secara radikal yakni dengan upaya membasmi malaria hingga ke akar-akarnya.
Dia menjelaskan, ketika ditemukan satu orang yang diketahui terinfeksi penyakit itu dalam satu wilayah, maka dapat langsung dilakukan tes darah terhadap orang-orang yang tinggal di wiayah tersebut.
“Memang yang paling sulit untuk diatasi, jika penyakit itu masuk melalui warga pendatang. Salah satunya dari Purworejo, hal itu memang sulit dicegah,” ujar Hasto ditemui usai mengisi Lokakarya Akselerasi Eliminasi Malaria di Gedung Kaca, Selasa (28/4/2015).
Hasto mengungkapkan, mobilitas warga, baik dari Kulonprogo ke luar daerah yang saling berbatasan maupun sebaliknya juga memiliki kendala yang sama dalam menghadapi penyebaran penyakit ini.
Dalam acara tersebut, Pemkab Kulonprogo bersama Pemkab Purworejo dan Pemkab Magelang sama-sama berkomitmen untuk melakukan kerjasama menanggulangi penyebaran Malaria. Selain itu, mengoptimalkan jumlah tenaga Juru Malaria Desa (JMD).
“Kalau dulu jumlah petugas JMD hanya 23 orang, sekarang sudah ada 73 orang. Kami juga bekerjasama dengan beberapa perusahaan untuk menambah jumlah JMD. Ada 20 orang dari pihak swasta dan 20 orang dari provinsi, guna melakukan pemantauan penyebaran malaria,” papar Hasto.
Dalam acara tersebut diserahkan juga penghargaan bebas malaria kepada Sembilan kecamatan di Kulonprogo. Kasus ditemukannya penyakit malaria sebagian besar masih berada di wilayah Kecamatan Kokap, Kecamatan Girimulyo dan Kecamatan Samigaluh.
Kepala Dinas Kesehatan Kulonprogo Bambang Haryatno menambahkan, tahun lalu angka penderita malaria mencapai 78 kasus. Sedangkan, pada tahun ini angka kasus malaria yang ditemukan mencapai 36 kasus.
“Temuan tertinggi ada di dua desa, yakni Desa Hargotirto Kokap mencapai 17 kasus dan Desa Pagerharjo Samigaluh ditemukan 12 kasus. Tapi minggu-minggu ini sudah mulai menurun,” ungkap Bambang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Update KRL Jogja ke Solo Hari Ini 4 April 2026, Ini Jamnya
- Jadwal Prameks Kutoarjo-Jogja Sabtu 4 April 2026, Cek Jamnya
- Cuaca Jogja 4 April 2026 Didominasi Hujan, Ini Rinciannya
- Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 4 April 2026, Cek Jam Lengkapnya
- Pemadaman Listrik di Bantul 4 April 2026, Cek Wilayah Terdampak
Advertisement
Advertisement





