Gorong-gorong Jebol, Warga Blunyah Gede Syok

Warga dibantu relawan bekerja bakti membersihkan tumpukan lumpur dan pasir di pemukiman warga Blunyah Gede, Desa Sinduadi, Mlati, Jumat (1/5/2015). (Bernadheta Dian Saraswati/JIBI - Harian Jogja)
02 Mei 2015 12:53 WIB Bernadheta Dian Saraswati Sleman Share :

Gorong-gorong di Blunyah Gede Sinduadi Mlati Sleman jebol sehingga air menggenangi rumah warga

Harianjogja.com, SLEMAN- Gorong-gorong yang menutupi saluran drainase di Dusun Blunyah Gede, Desa Sinduadi, Kecamatan Mlati jebol, Kamis (30/4/2015).

Saluran drainase menuju Kali Code itu jebol dan menggenangi 25 rumah warga. Akibatnya, sebanyak 81 jiwa mengungsi.

Ketua RT 09, Hardiyanto yang rumahnya juga tergenangi air dan pasir setebal setengah meter itu menceritakan, sore pukul 15.00 WIB hujan turun dengan intensitas sedang. Warga yang sebelumnya tidak berpikir jika akan terjadi bencana pun tetap tinggal di dalam rumah. Namun setengah jam kemudian, air disertai lumpur dan pasir tiba-tiba mengalir deras dari atas karena gorong-gorong jebol.

“Kami langsung menyelamatkan diri. Ada satu warga yang terjebak dan manjat bambu sampai bambunya patah. Untungnya dia selamat. Ada juga ibu-ibu yang syok lalu sesak nafas dan akhirnya dibawa ke RS. Sakinah Idaman,” kata Hardiyanto.

Banjir yang datang secara tiba-tiba itu membuat air dengan cepat masuk ke rumah warga. Hardiyanto dan 14 rumah lainnya yang berada di perengan Kali Code sisi bawah harus menanggung kerugian lebih besar.

Pasalnya air, pasir bahkan bebatuan langsung melintasi tebing curam yang letaknya di dekat rumah mereka. Sedangkan rumah di bagian atas hanya tergenangi lumpur. “Kalau di total, yang tergenang air, pasir, dan bebatuan ada 15 rumah, termasuk saya. Lumpur ada 10 rumah,” jelasnya.

Hardiyanto mengatakan, sejak satu tahun lalu, warga Blunyah Gede sudah meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan (DPUP) Kabupaten Sleman untuk memperbaiki gorong-gorong. Permintaan itu menyusul adanya retakan gorong-gorong yang mengakibatkan air merembes hingga ke pemukiman warga. Namun DPU hanya menambal bagian permukaan yang retak tanpa memperbaiki secara keseluruhan.

Puncaknya, Kamis (30/4/2015) sore, gorong-gorong yang berusia puluhan tahun itu pun jebol dan berimbas pada rumah warga. Tak hanya itu, jalan kampung di daerah itu pun juga longsor karena tersapu derasnya air. Jumat (1/5/2015) pagi, seluruh warga dibantu relawanpun bekerja bakti membersihkan material.

Kepala Seksi Drainase DPUP Sleman, Zaini Anwar membenarkan jika satu tahun lalu warga Blunyah Gede pernah meminta perbaikan gorong-gorong.

“Kami memang sudah menambal yang retak tapi karena gorong-gorong itu sudah 20 tahun ya jadi tidak mampu menahan debit air. Apalagi semakin lama air itu akan menggerus bagian bawah gorong-gorong. Jadi jebol,” ungkap dia saat ditemui wartawan di lokasi kejadian.

Saat ini, pihaknya masih akan terus mencari penyebab pasti kejadian sembari mematikan aliran air di saluran drainase tersebut.

Untuk sementara waktu, gorong-gorong menuju ke Kali Code itu disumbat menggunakan kantong-kantong pasir. Debit air akan dialirkan ke arah selatan.

“Besok akan ada perbaikan permanen. Kemungkinan juga ganti kontruksi. Bisa dengan cor beton atau batu kali. Kita lihat dulu,” katanya.

Ia menegaskan bahwa perbaikan gorong-gorong akan menggunakan dana APBD di pos perawatan rutin.