Nasabah Bersaldo Jumbo di DIY Bertambah
LPS catat simpanan besar DIY capai Rp15,95 triliun, namun kredit melambat akibat rendahnya permintaan.
Ilustrasi jasad korban pembunuhan (JIBI/Solopos/Dok.)
Pembunuhan Bantul yang mengakibatkan EM tewas di kamar kontrakan belum menemukan titik terang.
Harianjogja.com, BANTUL-Hari ketiga pasca ditemukannya jasad alumnus Universitas Gadjah
Mada (UGM), EM di kamar kontrakannya, pihak kepolisian masih belum menemukan titik terang pengungkapan kasus itu.
Diakui sendiri oleh Kasatreskrim Polres Bantul AKP Kasim Akbar Bantilan, hingga kini sebab kematian korban saja. Selebihnya, baik motif, sarana yang dipakai, serta motif hingga dugaan penyebab
sertaannya hingga kini masih samar.
"Yang kami tahu pasti sampai saat ini hanyalah penyebab korban meninggal itu dibunuh. Itu saja," ucapnya saat dihubungi, Selasa (5/5/2015).
Kendati begitu, ia tak menampik terbukanya peluang motif pembunuhan tersebut. Di antara motif yang menurutnya cukup masuk akal adalah pencurian dengan kekerasan (curas) dan pembunuhan dengan direncanakan.
Kedua motif itu menurutnya cukup masuk akal lantaran adanya laporan kehilangan barang-barang milik korban. Berdasarkan penuturan beberapa saksi, di antaranya adalah Noviyanto, kakak korban, beberapa barang milik korban seperti ponsel, uang tunai, dan kartu ATM raib.
Selain itu, menurutnya, kunci keterangan yang paling valid saat ini hanyalah hasil visum dari RSUP dr.Sardjito. Akan tetapi, hingga kini pihaknya belum juga mendapatkan hasil visum tersebut.
"Biasanya sih, hasil visum itu butuh waktu sampai 2 minggu. Tapi ini kami coba meminta hasil sementaranya dulu," ucapnya.
Terpisah, Kaur BinOps Polres Bantul Ipda Muji Suharjo menjelaskan bahwa hingga Selasa (5/5/2015) siang, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terhadap 8 orang saksi. Hanya saja sayangnya, meski sudah melakukan pemeriksaan saksi, pihaknya belum menemukan titik terang apapun yang
mengarah ke pelaku pembunuhan Eka Mayasari tersebut.
Satu-satunya petunjuk yang kini dijadikannya acuan penyelidikan adalah raibnya tas milik korban. Dari raibnya tas yang didalamnya terdapat ponsel dan sejumlah barang lain, pihaknya bisa melakukan pelacakan lebih mendalam.
"Sampai saat ini, beberapa barang yang kami amankan dari lokasi TKP ada 4 macam, yakni sepatu, baju, sprei, dan kasur. Semuanya milik korban," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
LPS catat simpanan besar DIY capai Rp15,95 triliun, namun kredit melambat akibat rendahnya permintaan.
Simak jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Senin 18 Mei 2026 dari Stasiun Yogyakarta sampai Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
Cek jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Senin 18 Mei 2026 lengkap dari Palur sampai Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Fabio Di Giannantonio menangi MotoGP Catalunya 2026 yang dua kali dihentikan akibat kecelakaan beruntun di Barcelona.
BMKG memprediksi hujan masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah DIY hingga 20 Mei 2026 akibat pengaruh fenomena MJO.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit melantik Kalemdiklat Polri, lima kapolda baru, dan satu pejabat utama Mabes Polri di Jakarta.