Bibit Bawang Langka di Bantul

HAMA ULAT TANAMAN BAWANG MERAHSeorang petani menunjukkan hama Ulat Hijau yang menyerang daun tanaman bawang merah di kawasan perkebunan Bawang Merah kawasan Purwoasri, Kediri, Jawa Timur, Jumat (11/4). Menurut petani sejumlah lahan tanaman bawang merah di kawasan tersebut terserang hama ulat hijau yang mengakibatkan tanaman bawang merah rusak dan penurunan produksi saat panen hingga 40 persen. ANTARA FOTO - Rudi Muly
10 Mei 2015 06:20 WIB Bhekti Suryani Bantul Share :

Bibit bawang merah langka di Bantul
Harianjogja.com, BANTUL—Bibit bawang merah di Bantul kini langka pascabanjir yang merendam ratusan hektare lahan di pesisir selatan.

Petani bawang merah di Dusun Dengukan, Desa Srigading, Sanden Jumeri mengungkapkan, bibit bawang merah saat ini sangat sulit didapatkan, nyaris tidak ada lagi di rumah-rumah petani bawang.

Kalau pun ada, harganya mahal dan jumlahnya tidak sampai 10% dari bawang merah yang ditanam petani sebelumnya.

"Sebelumnya saja dulu sebelum banjir Rp35.000 per kilogram, sekarang mungkin sudah Rp40.000 per kilogram bahkan bisa lebih," ujar Jumeri saat ditemui Jumat (8/5/2015).

Langkanya bibit bawang merah dikarenakan tidak adanya bawang yang dapat dijadikan bibit.

Setelah banjir merendam ratusan hektare bawang merah akhir April lalu. Biasanya, kata Jumeri, petani yang memanen bawang merah akan mengambil sebagian hasil panennya untuk dijadikan bibit.

"Sekarang jangankan untuk bibit, untuk konsumsi saja sudah susah," katanya.

Untuk musim tanam ke depan petani akan sangat mengandalkan bibit bawang merah dari daerah Nganjuk, Jawa Timur atau dari Brebes, Jawa Tengah, dengan catatan bila tidak ada bantuan bibit bawang dari pemerintah, sebagai kompensasi akibat bencana banjir yang merugikan petani miliaran rupiah tersebut.

Jumeri berharap Pemkab Bantul segera merealisasikan janjinya menggelontorkan bantuan benih bawang ke petani. Sebab, masa tanam bawang dijadwalkan dimulai Juni bulan depan.

"Kalau mau direalisasikan, tolong secepatnya karena Juni ini sebagian sudah mulai menanam lagi. Kalau bantuannya enggak jelas kan petani bingung, mau beli bibit atau enggak," ujar dia.

Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bantul Partogi Dame Pakpahan belum dapat memastikan kapan bantuan kepada petani bawang korban banjir itu turun.

"Karena bantuan kepada korban banjir itu bukan dari Dinas Pertanian, tapi kami usahakan dari Kementerian Pertanian, Badan Nasional Penanggulangan Bencana [BNPB] serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah [BPBD], kalau dari Dinas Pertanian tidak ada anggaran untuk bencana," katanya.

Bantuan yang diberikan rencananya tidak berupa uang melainkan barang seperti bibit bawang, pupuk atau pestisida. Dinas Pertanian mencatat, ada sekitar 255,55 hektare lahan bawang merah yang terendam banjir mulai dari Kecamatan Kretek hingga Sanden, dengan kerugian diperkirakan mencapai Rp23 miliar.