PERAMPOKAN BANTUL : Juragan Minyak Dirampok

11 Mei 2015 18:39 WIB Bhekti Suryani Bantul Share :

Perampokan Bantul menimpa seorang juragan minyak

Harianjogja.com, BANTUL- Sekelompok orang tidak dikenal merampok rumah juragan minyak di Dusun Plawonan, Desa Argomulyo, Sedayu Bantul, Senin (11/5/2015) dini hari.

Peristiwa itu terjadi sekitar Pukul 03.00 WIB dinihari. Lima orang tidak dikenal satu diantaranya mengenakan cadar masuk ke dalam rumah milik Edi Santosa yang terletak tepat di sebalah barat Depo Pertamina, Rewulu, Bantul.

Mami Rahayu, isteri Edi Santosa menceritakan, segerombolan perampok itu masuk dengan cara merusak pintu belakang rumah. "Mulanya mencongkel jendela depan tapi enggak bisa, lalu masuk lewat pintu belakang," ungkap Mami ditemui, Senin (11/5/2015).

Sebelum kejadian, sekitar Pukul 02.00 WIB, Mami sempat bangun pindah ke kamar yang lain beberapa saat. Saat hendak kembali ke kamarnya, ia terkejut melihat lima orang sudah mengacak-acak kamar utama rumah itu.

Di salah satu sudut kamar suaminya tidak berdaya dengan kondisi tangan kaki terikat kawat dan mulut dilakban. "Pelaku mengancam kalau berteriak, rumah ini akan dibakar," kata ibu dua anak itu.

Mami tidak berdaya karena ancaman tersebut, ia mengaku hanya diam sembari menggendong putri bungsunya yang masih balita. Selain mengancam membakar rumah, para pelaku membawa satu buah celurit dan satu buah pisau pemotong daging yang sudah berkarat.

"Sepertinya cuma menakut-nakuti saja tidak sampai ditodongkan, pisaunya saja saya lihat sudah berkarat. Mereka itu sebenarnya enggak bicara dengan kasar atau menodong, santai saja mengacak-acak kamar," ujar dia.

Kurang lebih 30 menit kawanan perampok itu beraksi. Mereka mengambil uang senilai Rp100 juta, perhiasan, telepon genggam, laptop serta membawa lari dua buah sepeda motor. Kawanan perampok itu bahkan lari menggunakan sepeda motor yang mereka curi.
"Sebenarnya mereka bawa mobil, saya dengar mereka telepon-teleponan dengan temannya menyebut mobil. Katanya mobil dibawa pergi saja," papar dia.

Mami masih mengingat ciri-ciri pelaku. Pelaku bercadar memiliki ciri tubuh gemuk dan pendek, sementara empat pelaku lainnya yang tidak bercadar rata-rata memiliki besar tubuh yang sama berusia rata-rata 30-an tahun.

Satu diantara mereka yang bertubuh paling tinggi, bermata besar sebelah seperti difabel. Mereka berbicara menggunakan bahasa Jawa dengan logat kasar. "Logat bahasanya kasar seperti Jawa Timur-an," tutur Mami yang mengaku keluarganya memiliki usaha penjualan bahan bakar minyak (BBM) tersebut.

Selain ciri-ciri tersebut, menurut Mami, pelaku sepertinya mengetahui jumlah orang yang ada dalam rumahnya. Salah satu pelaku kata dia sempat mengatakan kepada temannya agar mengamankan adik Mami yang kebetulan tengah menginap di rumahnya.

Kepolisian Bantul hingga kini masih memburu pelaku. Humas Polsek Sedayu, Bantul Ipda Agus Supraja mengatakan, korban mengalami kerugian sekitar Rp113 juta. "Kami masih buru pelaku, tapi keberadaanya sampai sekarang belum tahu," terang Agus Supraja.