KEKERINGAN SLEMAN : Dua Kecamatan Ini Rawan Kekurangan Air Bersih

11 Mei 2015 16:43 WIB Bernadheta Dian Saraswati Sleman Share :

Kekeringan Sleman rawan terjadi di Gamping dan Prambanan.

Harianjogja.com, SLEMAN-Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Sleman telah mempersiapkan rencana suplai air untuk wilayah yang rawan kekeringan jika musim kemarau tiba. Dua daerah itu adalah Kecamatan Prambanan dan Kecamatan Gamping.

"Ya, Prambanan timur daerah Gayamharjo dan Gamping bagian atas rawan kekeringan saat kemarau jadi butuh suplai air," tegas Direktur PDAM Sleman, Dwi Nurwata, Minggu (10/5/2015).

Rencananya, PDAM akan memberi bantuan berupa dropping air menggunakan truk tangki secara berkala. Air itu akan didistribusikan kepada warga yang terdampak kemarau dan dibagi secara bergiliran.

Menurut Dwi, Prambanan dan Gamping selalu menjadi daerah langganan saat kekeringan sehingga perlu mendapat bantuan air dari PDAM saat musim kemarau iba. Warga di Prambanan kebanyakan menggunakan air melalui saluran PAMDes. Namun karena sumber air saat musim kemarau kering sehingga air pun tidak sampai mengalir ke rumah-rumah warga. Oleh karena itu PDAM rutin memberi bantuan air setiap kemarau tiba.

Dwi mengatakan meski setiap musim kemarau PDAM mengalami penurunan kapasitas air sekitar 10%-15% namun PDAM masih memiliki cadangan besar untuk suplai air ke daerah Prambanan maupun Gamping.

"Kalau di Sleman tengah PDAM punya sumur 70 liter per detik di Ngaglik kalau di Sleman barat ada reservoir [bak penampungan] di wilayah Tambak Rejo, Tempel sebesar 50 kibik. Cukup untuk suplai air," ungkap Dwi.

Selain itu, PDAM juga dapat memanfaatkan air dari embung. "Embung di Sleman yang dapat dimanfaatkan PDAM itu ada Tambak Boyo di Condong Catur lalu ada juga Cokro Bedok di Godean. Ya sekitar lima embung bisa dimanfaatkan [PDAM] lah," ungkapnya. Meski untuk tahun 2015 ini pemanfaatannya belum dapat maksimal, Dwi menargetkan 2017 nanti kelima embung yang ia maksud itu sudah dapat diakses oleh PDAM.

Selain mengandalkan embung Tambak Boyo, Cokro Bedok, dan sisa debit 70 liter per detik yamg masih dimiliki PDAM pada tahun 2014 lalu, PDAM Sleman masih mempunyai cadangan air di sumber air Umbul Wadon Cangkringan. Di umbul ini, PDAM memiliki jatah debit air 85 liter per detik. "Karena Umbul Wadon dipakai banyak pihak maka jatah PDAM 85 liter per detik," katanya.

Sementara itu, Sekretaris SDAEM Sleman, Aji Wulantara mengatakan, untuk meminimalisir kekurangan air saat kemarau, pihaknya akan berkoordinasi dengan PDAM. Menurutnya, Sleman memiliki banyak sumber air yang dapat dimanfaatkan warga. “Sleman sendiri itu ada 189 mata air yang tercatat dan dimanfaatkan sumber air oleh warga. Kemarau nanti hal ini bisa dikooordinasikan bersama [SDAEM dan PDAM],” katanya.

Pihaknya sudah mencatat bahwa Prambanan memang menjadi salah satu kecamatan yang selalu krisis air saat kemarau. Oleh itu, Aji akan merekomendasikan Prambanan untuk mendapat bantuan air dari PDAM.