PENEMUAN MAYAT BAYI : Warga Sapon Kubur Mayat Bayi Tak Dikenal

Ilustrasi mayat bayi (Bbc.co.uk)
11 Mei 2015 19:40 WIB Rima Sekarani Kulonprogo Share :

Penemuan mayat bayi di Dusun Sapon Desa Sidorejo Lendah, ditidaklanjuti dengan menguburkan mayat tersebut

Harianjogja.com, KULONPROGO-Warga Dusun Sapon, Desa Sidorejo, Kecamatan Lendah menguburkan mayat bayi laki-laki yang diduga dibuang orang tuanya di Sasana Laya Sapon, Senin (11/5/2015).

Sebelum pemakaman, bayi seberat 2,9 kilogram dan panjang 50 sentimeter itu diberi nama Agus Temon.

Prosesi pemakaman diikuti anggota PMI Kulonprogo, Satpol PP, Polsek Lendah, dan puluhan warga setempat. Mereka bersama-sama mendoakan agar bayi tersebut tenang di sisi Tuhan.

“Kami sepakat menguburnya di sini karena dekat dengan lokasi penemuan bayi,” ungkap Dukuh Sapon, Priyo Suyono, Senin siang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Harianjogja.com, warga Sapon sempat dibuat geger dengan penemuan mayat bayi di pinggir Sungai Progo pada Minggu (10/5/2015) lalu. Mayat itu ditemukan dalam kondisi telentang oleh seorang warga yang sedang memancing ikan.

Warga pun langsung melaporkan hal itu kepada Priyo pada sekitar pukul 06.00 WIB. Mereka kemudian bersama-sama mengecek ke lokasi kejadian. “Saya yakin nafasnya sudah berhenti. Lalu saya lapor ke Polsek Lendah biar segera ditangani,” kata Priyo.

Tidak lama setelah itu, warga beserta anggota kepolisian dan PMI Kulonprogo mengevakuasi mayat bayi dari pinggir Sungai Progo. Warga pun bertanya-tanya siapa oknum yang tega membuang si bayi. “Warga kami sepertinya tidak ada yang hamil,” ujar pria berusia 59 tahun itu.

Salah satu anggota PMI Kulonprogo, Mamik memperkirakan bayi dibuang tidak lama setelah dilahirkan. “Tali pusarnya masih merah sepanjang 10 sentimeter,” ujar pria yang mengaku ikut mengantar mayat bayi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wates pada Minggu pagi.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan RSUD Wates terkait penyebab kematian bayi. Mereka juga akan mengusut siapa pelaku pembuangan. “Banyak kemungkinannya. Misalnya, bayi dibuang di daerah utara dan hanyut sampai Sapon,” kata Kapolsek Lendah, AKP Bambang Harun.