Bayar Rp50.000 Sehari, Ini Alasan Orang Tua Titip Bayi di Bidan Pakem
Polisi mengungkap tarif day care ilegal di Pakem Sleman mencapai Rp50 ribu per hari. Orang tua mengaku menitipkan bayi karena sibuk bekerja.
Gerbang Tol Prambanan setelah dibuka pada Rabu (2/7/2025)./Harian Jogja -- Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, SLEMAN—Jasamarga Nusantara Tollroad (JNT) Regional Division volume lalu lintas Tol Solo–Jogja–YIA diprediksi meningkat selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, dengan puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 20 Desember.
Senior General Manager Jasamarga Nusantara Tollroad Regional Division, Tyas Pramoda Wardhani, memperkirakan selama periode H-7 hingga H+3, yakni 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, total volume lalu lintas di ruas Tol Regional Nusantara mencapai 3.638.157 kendaraan. Angka tersebut meningkat 4,01 persen dibanding realisasi volume lalu lintas Nataru tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 3.497.996 kendaraan.
Menurut Tyas, peningkatan volume lalu lintas selama Nataru 2025/2026 diperkirakan terjadi di sejumlah ruas tol strategis. Beberapa di antaranya adalah Ruas Tol Belawan–Medan–Tanjung Morawa (Belmera) dan Medan–Kualanamu–Tebing Tinggi (MKTT) di Sumatera Utara, Ruas Tol Manado–Bitung (Mabit) di Sulawesi Utara, Ruas Tol Bali Mandara di Bali, serta Ruas Tol Solo–Jogja–YIA Kulon Progo Segmen Kartasura–Prambanan di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Jogja.
“Ruas Tol Solo–Jogja–YIA Kulon Progo Segmen Kartasura–Prambanan diprediksi mencatat total volume lalu lintas sebesar 413.576 kendaraan,” terang Tyas dalam siaran tertulisnya, Jumat (19/12/2025).
Prediksi tersebut menunjukkan kenaikan sebesar 5,26 persen dibandingkan realisasi volume lalu lintas Nataru tahun lalu yang berada di angka 392.897 kendaraan.
Selain itu, Tyas memprediksi puncak arus mudik di Ruas Tol Solo–Jogja–YIA akan terjadi pada Sabtu (20/12/2025). Volume kendaraan pada puncak arus mudik tersebut diperkirakan melampaui realisasi arus mudik Nataru tahun sebelumnya.
“Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada Sabtu, 20 Desember 2025, dengan volume lalu lintas mencapai 29.009 kendaraan atau meningkat 7,06 persen dibanding realisasi Nataru tahun lalu yang tercatat 27.096 kendaraan,” jelasnya.
Untuk memastikan kelancaran lalu lintas, JNT akan melakukan monitoring dan evaluasi kepadatan kendaraan di gerbang tol utama, khususnya di Ruas Tol Solo–Jogja–YIA Kulon Progo Segmen Kartasura–Prambanan, yakni Gerbang Tol Banyudono, Gerbang Tol Klaten, dan Gerbang Tol Prambanan.
Terkait layanan Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) di Ruas Tol MKTT dan ruas fungsional Tol Solo–Jogja–YIA Kulon Progo, JNT, kata Tyas, akan menerapkan manajemen TIP dengan memastikan kapasitas terjaga di bawah daya tampung maksimal. Pengaturan arus keluar masuk dan lalu lintas di dalam TIP juga dilakukan agar tidak menimbulkan kepadatan di jalur utama.
Selama periode Nataru, JNT akan menambah jumlah petugas keamanan dan kebersihan, serta menerapkan zonasi alur pengunjung di area TIP.
“JNT mengimbau pengguna jalan tol untuk mengantisipasi perjalanan selama libur panjang Nataru 2025/2026 dengan baik. Sebelum memasuki jalan tol, pastikan kendaraan dan pengemudi dalam kondisi prima, BBM dan saldo uang elektronik mencukupi, serta selalu mematuhi rambu dan arahan petugas di lapangan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polisi mengungkap tarif day care ilegal di Pakem Sleman mencapai Rp50 ribu per hari. Orang tua mengaku menitipkan bayi karena sibuk bekerja.
Jadwal DAMRI Jogja ke YIA 2026 lengkap dengan tarif Rp80.000. Transportasi praktis, nyaman, dan bebas ribet menuju bandara.
Jadwal lengkap KA Bandara YIA 2026 dari Tugu Jogja ke bandara. Solusi cepat, bebas macet, dan tepat waktu untuk kejar pesawat.
Cek jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 16 Mei 2026 dari Palur hingga Jogja. Tarif Rp8.000, berangkat pagi hingga malam.
Libur panjang akhir pekan dorong wisata Sleman naik. Merapi, Kaliurang hingga Prambanan diprediksi jadi tujuan favorit.
Honda mencatat rugi pertama sejak IPO akibat EV. Kerugian capai Rp45,9 triliun, proyek Kanada ditunda, target EV diubah.