Jenazah TKI Asal Gunungkidul Berada di Senegal, Keluarga Tunggu Pemulangan

Ilustrasi mayat (JIBI/Harian Jogja - Antara)
12 Mei 2015 04:40 WIB Uli Febriarni Gunungkidul Share :

Jenazah TKI asal Gunungkidul yang dikabarkan meninggal di Qatar, ternyata berada di Senegal. keluarga masih menunggu kepastian pemulangan

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Jenazah TKI asal Dusun Gedangan II, Desa Gedangrejo, Karangmojo, Gunungkidul yang meningggal dunia di Qatar, yang bernama Roko Bayu Anggoro, kini sudah ditemukan oleh Kedutaan Besar Indonesia di Qatar, setelah sebelumnya sempat simpang siur.

Orang tua lelaki berusia 22 tahun itu, Gunawan Edy Mulyono mendapat keterangan lewat sms dari staf KBRI di Qatar, yakni Agus Widayat, bahwa jenazah putra pertamanya dengan Tatik tersebut saat ini berada di Senegal, Afrika.

Informasi semula, jenazah berada di Qatar. Kapal tempat korban bekerja baru saja bersandar di Senegal pada Minggu (10/5/2015).

Gunawan menjelaskan, dari keterangan yang disampaikan oleh Agus, sejak informasi mengenai kematian Bayu diterima, pihak kedutaan langsung melakukan pencarian ke seluruh rumah sakit yang ada di Qatar.

Namun,di semua rumah sakit tidak ditemukan data keberadaan Bayu [panggilan Roko Bayu Anggoro]. Kemudian petugas dari kedutaan terus menelusuri dokumen keberangkatan korban. Setelah mendapatkan dokumen keberangkatan korban, petugas akhirnya berhasil menemukan keberadaan jenazah korban di Senegal.

“Ternyata kapal tempat anak saya bekerja sedang melakukan pelayaran ke Senegal. Saat ini jenazah anak saya sudah berada di Senegal,” jelasnya, Senin (11/5/2015).

Saat ini, jenazah Bayu sudah ditangani oleh tim medis di Senegal untuk keperluan otopsi. Setelah itu pihak kedutaan Indonesia baru akan melakukan pengurusan pemulangan jenasah ke tanah air.

"Hari ini mau diotopsi. Untuk keperluan pemulangan jenazah, saya diminta untuk mengurus surat kematian ke desa,” tuturnya.

Meski sudah lega setelah mendapatkan kepastian keberadaan jenazah Bayu, Gunawan hingga kini belum mendapatkan kepastian kapan anak pertamanya bisa dipulangkan ke tanah air. Pihak keluarga hanya menunggu informasi dari PJTKI dan kedutaan besar di Qatar.