KELANGKAAN GAS ELPIJI : Pangkalan di Jogja Jual Gas Melon Rp19.000 Per Tabung

JIBI/Solopos/Burhan Aris NugrahaPemilik pangkalan elpiji menata tabung 3kg kosong di pangkalan elpiji Sejahtera Jaya Mandiri, Nusukan, Solo, Rabu (12/2). Pertamina menggelontor extra droppng elpiji 3kg pada Rabu (12 - 2) sebanyak 6.160 tabung untuk wilayah Solo. Hal itu menyusul meningkatnya permintaan masyarakat yang menyebabkan kekosongan elpiji bersubsidi di pangkalan dan pengencer
13 Mei 2015 10:21 WIB Jogja Share :

Kelangkaan gas elpiji terjadi di Jogja. Pangkalan menjual gas elpiji 3 kg seharga Rp19.000 per tabung

Harianjogja.com, JOGJA-Pangkalan di Jogja menjual tabung gas elpiji tiga kilogram kepada pengecer hingga Rp19.000 per tabung.

Hal itu diungkapkan salah satu pengecer di Pathuk, Kecamatan Ngampilan, Nur, yang baru saja membeli empat buah tabung gas melon di salah satu pangkalan di Ngampilan, Selasa (12/5/2015).

Mahalnya harga tabung gas melon, membuat dia menjual dengan harga relatif tinggi. "Saya ambil untung Rp3.000 sampai Rp4.000 per tabung," ujarnya.

Kelangkaan tabung gas di Jogja semakin terasa sejak dua minggu lalu. "Cari di pangkalan susah dan daripada tidak ada stok saya beli saja walaupun harganya tinggi," jelas Nur.

Ia mensinyalir tingginya harga di pangkalan karena ada permainan antar pekerja di pangkalan.

Sementara, Yuda Sudarmono pemilik pangkalan di Kelurahan Cokrodiningratan, Kecamatan Jetis, justru menilai kelangkaan tabung gas melon disebabkan oleh permainan agen.

Seharusnya, kata dia, agen di tiap kabupaten atau kota menyetorkan tabung gas ke wilayahnya masing-masing. Terlebih, warna segel tabung sudah diseragamkan per kota atau kabupaten.

Misal, warna putih untuk Jogja, merah untuk Sleman, coklat tua untuk Bantul, dan sebagainya. "Tapi, coba saja dilihat di Sleman pasti ada yang jual tabung gas segel putih," tukasnya.

Menurutnya, kelangkaan gas di Jogja disebabkan pendistribusian ke luar kota sehingga kota kekurangan jatah.

Yuda memilih untuk membagi tabung gas ke pelanggan sesuai dengan persediaan yang dimilikinya. "Kalau biasanya pelanggan minta 10, biasanya hanya diberi tidak lebih dari separuh," tuturnya.

Cara itu, kata dia, untuk memenuhi permintaan pelanggan sehingga semua kebagian. Satu tabung dijual seharga Rp16.500 sampai Rp17.000 di luar ongkos kirim.