KDMP Tamanmartani Disiapkan Jadi Penyalur Bansos dan Serap Gabah
KDMP Tamanmartani di Sleman disiapkan menjadi penyalur bansos dan offtaker hasil panen petani. Koperasi membutuhkan tambahan mesin pengering dan penggiling padi
Ilustrasi cuaca buruk./Pixabay
Harianjogja.com, SLEMAN—Cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang menyebabkan kerusakan ratusan rumah warga di Kabupaten Sleman. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman mencatat total 137 rumah terdampak dengan nilai kerugian mencapai Rp261,9 juta.
Data tersebut merupakan hasil pembaruan BPBD Sleman per Ahad (18/1/2026) pukul 00.00 WIB atas kejadian cuaca ekstrem yang berlangsung pada Sabtu (17/1/2026). Kerusakan rumah tersebar di Kapanewon Pakem, Cangkringan, Ngaglik, dan Turi.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman, Bambang Kuntoro, menyampaikan bahwa dari total rumah terdampak, terdapat dua rumah yang mengalami rusak berat.
“Kerusakan terjadi karena rumah tertimpa pohon dan diterjang angin kencang,” kata Bambang kepada wartawan lewat pesan tertulis, Ahad (17/1/2026).
Kapanewon Pakem menjadi wilayah dengan jumlah kerusakan terbanyak. Hampir seluruh kalurahan di wilayah tersebut terdampak. Dua kalurahan dengan kerusakan paling parah adalah Hargobinangun dan Purwobinangun. Dua rumah rusak berat juga berada di wilayah Pakem.
Selain rumah warga, Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Sleman juga mencatat kerusakan pada empat kandang ternak, satu kendaraan roda empat, serta sembilan titik jaringan listrik berupa kabel putus dan tiang listrik patah.
Di sejumlah lokasi, pohon tumbang berdiameter besar menimpa bangunan induk rumah, garasi, kandang ternak, hingga pos ronda. Kondisi ini turut meningkatkan nilai kerugian materiil yang ditimbulkan.
Berdasarkan persentase sebaran kerusakan, sekitar 85% rumah rusak berada di Kapanewon Pakem, 12% di Cangkringan, sementara Ngaglik dan Turi masing-masing berada di bawah 5%.
BPBD Sleman menegaskan bahwa data kerusakan tersebut masih bersifat sementara dan berpotensi berubah seiring proses pendataan lanjutan di lapangan. Data ini akan menjadi dasar penanganan lanjutan oleh Pemkab Sleman, termasuk perbaikan rumah warga dan fasilitas umum yang terdampak.
Meski kerugian materiil tergolong besar, BPBD Sleman memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian hujan lebat dan angin kencang tersebut.
Masyarakat diimbau tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi cuaca ekstrem masih berpeluang terjadi di wilayah Sleman.
Sebelumnya, Bambang telah mengingatkan bahwa Surat Keputusan Bupati Sleman Nomor 86.3/Kep.KDH/A/2025 tentang Penetapan Status Siaga Darurat Bencana Cuaca Ekstrem masih berlaku hingga 28 Februari 2026.
Dalam SK tersebut disebutkan bahwa cuaca ekstrem dikategorikan terjadi apabila intensitas hujan melebihi 500 milimeter per hari dan disertai angin kencang. Masyarakat diminta tidak lengah terhadap segala kemungkinan dampak bencana.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KDMP Tamanmartani di Sleman disiapkan menjadi penyalur bansos dan offtaker hasil panen petani. Koperasi membutuhkan tambahan mesin pengering dan penggiling padi
Pelajari cara menggunakan ChatGPT mulai dari membuat akun, menyusun prompt, hingga memanfaatkan berbagai fiturnya secara optimal.
Transaksi emas digital di ICDX mencapai Rp172,7 triliun pada semester I 2026, melonjak 601% seiring meningkatnya minat investasi masyarakat.
Harga pangan nasional hari ini mencatat cabai rawit merah Rp54.400 per kg dan telur ayam ras Rp29.600 per kg. Simak daftar harga terbaru.
Harga emas perhiasan hari ini Sabtu 25 Juli 2026 naik tipis. Simak daftar harga emas 24 karat hingga 5 karat di Lakuemas dan Rajaemas.
Subandi Giyanto tetap melestarikan lukisan kaca dan tatah sungging di Bantul sambil mencetak generasi baru lewat pelatihan gratis.