KEBAKARAN DI JOGJA : Kauman dan Prawirodirjan Rawan Kebakaran karena Padat Penduduk

Ilustrasi (Backgroundpictures.org)
13 Mei 2015 18:21 WIB Redaksi Solopos Jogja Share :

Kebakaran di Jogja diantisipasi dengan menetapkan kampung percontohan penanganan kebakaran

Harianjogja.com, JOGJA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jogja membentuk dua kampung percontohan penanganan kebakaran berbasis masyarakat sebagai upaya agar penanganan kebakaran bisa dilakukan lebih cepat.

"Kedua kampung tersebut berpenduduk cukup padat sehingga rawan terhadap bencana kebakaran," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Dearah (BPBD) Kota Jogja Agus Winarto, Selasa (12/5/2015).

Kedua kampung tersebut adalah Kampung Kauman dan Prawirodirjan. Di kedua kampung tersebut akan dibangun fasilitas hidran kering yang bisa dimanfaatkan masyarakat apabila sewaktu-waktu terjadi kebakaran tanpa harus menunggu petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi.

"Penanganan kebakaran harus dilakukan dengan cepat untuk mengurangi korban, baik korban jiwa atau materiil. Jika masyarakat bisa melakukan penanganan awal, maka diharapkan kebakaran bisa ditangani lebih cepat," katanya.

Selama ini, lanjut dia, petugas dari BPBD kerap menghadapi kendala saat menangani kebakaran di permukiman padat penduduk, salah satunya kendaraan pemadam tidak bisa menjangkau lokasi kebakaran karena akses jalan yang terbatas.

"Oleh karena itu, perlu dibangun kemandirian warga dalam melakukan penanganan kebakaran. Harapannya, kedua kampung ini bisa dijadikan percontohan untuk pengembangan di kampung lain," kata dia.

Ia menambahkan, detail engineering design (DED) hidran kering untuk kedua kampung tersebut sedang disusun. Jaringan hidran diupayakan bisa menjangkau seluruh sudut kampung.

"Salah satu kendala adalah sumber air. Jika memang tidak ada, maka bisa dibangun bak penampungan airnya atau mengandalkan pasokan air dari PDAM Tirtamarta," ujar dia.