PENCURIAN BURUNG : Maling Kuras 534 Ekor Perkutut Senilai Rp1,4 Miliar

Yuni Suryani menunjukkan lokasi pembobolan kandang peternakan Burung Perkutut milik orangtuanya di Sendangtirto, Berbah, Sleman, Senin (18/5/2015). (Sunartono - JIBIHarian Jogja)
18 Mei 2015 22:06 WIB Sunartono Sleman Share :

Pencurian burung terjadi di Sleman. Maling menguras kandang burung perkutut sehingga menyebabkan kerugian Rp1,4 miliar

Harianjogja.com, SLEMAN - Pencurian burung perkutut dalam jumlah besar terjadi di Dusun Gandu RT 07 RW 06 Sendangtirto, Berbah, Sleman, Minggu (17/5/2015).

Tak tanggung-tanggung, pelaku menguras habis salah satu area kandang berisi 534 ekor Perkutut senilai Rp1,4 miliar. Empat ekor diantaranya merupakan milik GBPH Prabukusumo yang juga adik Sri Sultan HB X.

Pencurian itu terjadi di peternakan Burung Perkutut Bangkok milik Ujang Qosim Supriatna yang berlokasi di Jalan Wonosari Km. 9, Sendangtirto, Berbah, Sleman. Setidaknya ada sekitar 4.000 ekor perkutut di peternakan milik pribadi itu. Peternakan itu menjadi jujugan para penggemar Perkutut dari Sabang sampai Merauke.

Pelaku menyasar area kandang paling belakang berukuran panjang sekitar 15 meter dan lebar enam meter. Di dalam kandang ukuran besar terbuat kawat kecil itu terdapat sekat-sekat sebagai tempat kandang kecil. Terdiri dari sembilan kadang umbaran dan 36 kandang indukan sehingga total 45 kandang berisi 534 ekor perkutut.

Pelaku masuk dengan cara memotong kawat besi ukuran kecil yang sekaligus menjadi pagar kandang. Letak pembobolan kawat itu berada disamping kiri bagian paling belakang area peternakan yang kebetulan tidak berpagar dan hanya berbatasan dengan persawahan itu. Pelaku lebih dahulu merusak gembok tiap kandang lalu mengambil burung dengan memasukinya satu persatu.

"Setelah saya cek jejak kakinya. Dugaan saya yang masuk tiga orang. Dua pakai sepatu, satu diantaranya sepatu berukuran kecil dan satu orang tak memakai alas kaki," ungkap putra dari pemilik peternakan, Yuni Suryani, 40, sembari menunjukkan jejak kaki di area kandang, Senin (18/5/2015).

Ia menjelaskan saat kejadian, di lokasi hanya terdapat tiga orang yang menjaga. Kebetulan orangtuanya, Ujang, tengah ke Tasikmalaya dalam rangka mengikuti kontes burung. Pelaku membawa kabur 534 ekor Perkutut yang sebagian besar merupakan indukan. Padahal indukan Perkutut itu rencananya akan dipatenkan.

Total kerugian mencapai Rp1,4 miliar. Dengan perkiraan harga Rp2,5 juta perekornya meski ada beberapa diantaranya yang memiliki harga mencapai puluhan juta.