MIRAS SLEMAN : Indekos Tempat Mengoplos Digrebek

22 Mei 2015 18:15 WIB Sunartono Sleman Share :

Miras Sleman diduga dioplos di sebuah indekos.

Harianjogja.com, SLEMAN - Petugas Polsek Mlati, Sleman menggerebek sebuah indekos di Dusun Mlati Krajan, Sendangadi, Mlati, Sleman karena disalahgunakan sebagai tempat mengoplos minuman keras (miras), Rabu (20/5/2015) sore. Seorang penghuni bernama Jajang Tursoni, 41, selaku pengoplos pun diamankan petugas.

Jajang tercatat sebagai warga Dusun Wadas, Desa Tridadi, Sleman. Kendati demikian, menyewa kamar kos di Sendangadi, Mlati sebagai tempat mengoplos sekaligus memperjualbelikan miras ilegal.

Kapolsek Mlati Kompol Sarwendo menjelaskan miras yang dioplos oleh Jajang biasa disebut dengan istilah Kaloa. Tersangka mengemas miras di dalam kamar tersebut menjadi beberapa kemasan seperti botol dan plastik. Lalu miras tersebut disimpan di dalam kulkas. "Sebutannya Kaloa, itu disimpan di dalam kulkas di kamar," ungkapnya Kamis (21/5/2015).

Dari dalam kos tersangka, pihaknya mengamankan satu jerigen miras dengan total lima liter. Kemudian satu botol miras dalam kemasan 600 mililiter dan lima plastik miras masing-masing satu liter. Tersangka nekat menjual miras karena tidak memiliki pekerjaan yang tetap. Selain melalui pesan singkat ponsel, para pembeli juga ada yang datang ke kos tersangka untuk membeli. Para pelanggan pun bervariasi, mulai dari pembeli di sekitar kos tersangka hingga dari luar kampung.

Seluruh miras yang ditemukan diamankan di Mapolsek Mlati. Sedangkan tersangka telah diperiksa dan dikenakan tindak pidana ringan yang dijadwalkan sidang pada hari Jumat di PN Sleman. "Begitu diketahui menjual miras, ada barang bukti langsung kami bawa ke Mapolsek," kata dia.

Sarwendo tidak menampik adanya penyalahgunaan indekos di Mlati. Mulai dari tempat prostitusi hingga sebagai tempat untuk mengoplos miras. Pihaknya akan terus melakukan pengawasan terhadap sejumlah indekos yang mencurigakan.

"Jika masyarakat mengetahui ada penyalahgunaan indekos tolong informasikan kepada kami. Terutama di wilayah Mlati," kata dia.