PEREDARAN BERAS PLASTIK : Disperindagkop Gunungkidul Coba Bakar Beras Temuan, Ini Hasilnya

Beras yang diduga plastik dicoba dibakar. Hasilnya, beras yang diduga plastik berwarna hitam menggumpal seperti plastik, sedang beras biasa menjadi abu. (JIBI/Harian Jogja - Uli Febriarni)
22 Mei 2015 17:40 WIB Uli Febriarni Gunungkidul Share :

Peredaran beras plastik yang dilaporkan warga Rongkop, Gunungkidul tengah diselidiki.

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Mendengar laporan Warga Dusun Duwet, Kelurahan Karangwuni, Kabupaten Gunungkidul, Sunarmo mengenai temuan beras ukuran lima kilogram yang diduga merupakan beras dari plastik, tim Disperindagkop ESDM Kabupaten Gunungkidul bersama aparat Polres setempat langsung mendatangi rumah Sunarmo. Mereka kembali melakukan tes terhadap beras yang diindikasikan dari plastik tersebut.

Beras yang diduga plastik itu dibakar dan hasilnya menggumpal. Namun beras hasil panen berubah jadi abu.

Kepala Seksi Distribusi dan Perlindungan Konsumen Disperindagkop ESDM, Kabupaten Gunungkidul, Supriyadi belum berani menyimpulkan apakah beras tersebut benar dari plastik atau bukan.

"Memang faktanya menggumpal saat dibakar tapi kami belum bisa memastikan sebelum ada uji labolatorium," sebutnya.

Pihaknya juga akan membawa sampel beras tersebut untuk diuji di laboratorium. Saat ditanya apakah ia akan membawanya ke BBPOM, ia menampiknya.

"Sepertinya di laboratorium Dinas Kesehatan saja," tuturnya.

Kapolsek Rongkop, AKP Sunarto menduga, beras tersebut dibawa dari luar wilayah Rongkop.

Selain melihat dan menguji beras di rumah Sunarmo, ia menyita sedikit beras dari Sunarmo. Di samping itu, menyita satu kemasan beras C4 Super Rojo Lele ukuran lima kilogram dari sebuah toko di dekat Kantor Pos Rongkop, dan nasi hasil olahan beras tadi, sebagai barang bukti.