SPMB Sleman 2026: Hanya 6 Lomba Diakui di Jalur Prestasi Khusus
Disdik Sleman hanya mengakui enam lomba nasional untuk Jalur Prestasi Khusus SPMB 2026 jenjang SMP.
Foto ilustrasi Makan Bergizi Gratis nasi goreng telur ceplok. - Foto dibuat menggunakan Artificial Intelligence/AI
Harianjogja.com, SLEMAN—Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan di Badan Gizi Nasional (BGN) Mayjen TNI (Purn), Dadang Hendrayudha mengunjungi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman, Rabu (5/11/2025). Dalam kunjungan ini, ia menyampaikan realitas keracunan pangan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Secara umum korban keracunan pangan menu MBG, hanya sekitar 0,28% - 0,83% (sepuluh hingga 30 orang) dari total penerima manfaat satu dapur SPPG sebanyak 3.600 orang.
“Dan sebenarnya korban terdampak itu tidak ada yang dirawat. Mual-mual saja. Dari 3.500 penerima, hanya 20 orang saja [yang dirawat]. Jangan salah, di Bojonegoro itu ada penerima manfaat makan menu MBG hari ini dampaknya besok [diare]. Usut punya usut habis makan seblak [jadi sebab diare],” kata Dadang ditemui di Kantor Wakil Bupati Sleman, Rabu (5/11/2025).
Tapi ia mengakui ada cemaran bakteri e-coli pada air di sejumlah kasus keracunan pangan menu MBG di sejumlah daerah. Katanya apabila memang ada keracunan, BGN akan menghentikan sementara dapur hingga hasil laboratorium keluar.
Adapun pertemuannya dengan Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, membahas intensifikasi pemantauan program MBG. Intensifikasi ini melibatkan Satgas Percepatan MBG Sleman. Lewat Satgas, Dadang meminta bantuan untuk memeriksa ulang standar operasional prosedur (SOP) dan sarana-prasarana.
“Dapur juga harus punya instalasi pengelola air limbah [IPAL]. Semua dikelola secara profesional. Kami minta bantuan ke Dinas Kesehatan juga terkait pemberian sertifikat laik higiene dan sanitasi [SLHS],” katanya.
Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, mengatakan pertemuan tersebut membahas mengenai kerja sama pemantauan secara lebih terstruktur. Nantinya ada organisasi baru yang beranggotakan sejumlah pihak lintas sektor.
“Kami akan memasukkan pejabat eselon II dan III ke struktur organisasi ini. Ini beda dengan Satgas Percepatan MBG. Jadi benar-benar baru yang garis koordinasinya dari BGN, Provinsi, Kabupaten,” kata Danang.
Dengan keterlibatan dan kewenangan yang semakin luas, ia berharap Pemkab Sleman bisa ikut mengintervensi program MBG apabila memang diperlukan dengan tujuan program bisa berjalan lancar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Disdik Sleman hanya mengakui enam lomba nasional untuk Jalur Prestasi Khusus SPMB 2026 jenjang SMP.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.
Jumlah menara telekomunikasi di Bantul capai 300 unit. Diskominfo sebut minat investasi mulai menurun seiring kebutuhan yang tercukupi.