PERIKANAN BANTUL : Dikelola dengan Manajemen Koperasi, Apa Kelebihannya?

Aktivitas pelelangan ikan hasil tangkapan nelayan di Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Lampulo, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, Aceh, Kamis (19/3/2015). Pemerintah mengembangkan kawasan PPI Lampulo dengan melengkapi berbagai sarana dan prasarana untuk mendukung program pembangunan maritim. Pembangunan infrastruktur perikanan Indonesia itu diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan nelayan. (JIBI/Solopos/Antara - Irwansyah Putra)
25 Mei 2015 02:20 WIB Redaksi Solopos Bantul Share :

Perikanan Bantul akan dikelola menggunakan manajemen koperasi.

Harianjogja.com, BANTUL - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Bantul akan mengelola usaha kelautan dan perikanan di wilayah setempat melalui manajemen koperasi.

"Rencananya semua kegiatan masyarakat di pesisir dikelola koperasi, termasuk di Pantai Patehan Gua Cemara yang belum lama ini mendapat bantuan sarana dan prasarana," kata Kepala Bidang Kelautan dan Perikanan Tangkap DKP Bantul Yuswarseno di Bantul, Minggu (24/5/2015).

Menurut dia, pengelolaan usaha kelautan dan perikanan dengan manajemen koperasi telah diterapkan di Pantai Depok, yang kegiatannya meliputi pemasaran ikan, pengolahan hasil perikanan hingga penguatan modal nelayan maupun masyarakat setempat.

Ia mengatakan, dengan menerapkan manajemen koperasi dalam pengelolaan usaha kelautan dan perikanan, maka akan memudahkan dalam koordinasi maupun penyaluran bantuan sarana prasarana untuk memajukan masyarakat pesisir tersebut.

"Jadi semuanya akan meniru Pantai Depok dengan manajemen koperasinya, karena di Depok organisasinya sudah bagus, kegiatan usaha bisa ditata dan dikoordinir," kata Yuswarseno.

Pihaknya mengatakan Bantul yang memiliki beberapa pantai saat ini kegiatan usaha kelautan dan perikanan mayoritas dijalankan secara sendiri-sendiri, terkecuali Pantai Depok yang sudah dikenal dengan kawasan wisata kuliner masakan laut.

"Kalau dikelola sendiri-sendiri kan cenderung tidak akur (rukun), pada berselisih. Namun untuk Pantai Gua Cemara, saat ini mulai berbenah dan mulai menerapkan manajemen koperasi," katanya.

Sementara itu, kata dia, di Pantai Samas diupayakan tahun ini bisa membentuk koperasi untuk mengelola kegiatan semua kegiatan usaha kelautan dan perikanan seperti wisata laguna, tempat pelelangan ikan (TPI) dan rencana pengembangan sentra kuliner.

"Di Pantai Samas juga akan dikelola seperti itu (koperasi), namun saat ini baru membentuk kelompok sadar wisata (pokdarwis)," katanya.