Tim Gabungan Tangani Karhutla di Kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani
Meski api telah berhasil dikendalikan, petugas tetap melanjutkan proses mopping up atau penyisiran lokasi
Adik dan kerabat Sri Sultan HB X berziarah di makan Imogiri, Rabu (6/5/2015). (JIBI/Harian Jogja/Arief Junianto)
Sabda Raja Jogja Yudhadiningrat berharap polemik segera usai.
Harianjogja.com, JOGJA-Kerabat Kraton, Kanjeng Raden Tumenggung Yudhahadiningrat yang juga cucu HB VII berharap semua adik-adik Sri Sultan Hamengku Buwono X bisa bertemu dengan Sultan untuk mengakhiri polemik yang terjadi di internal Kraton saat ini.
"Secara pribadi saya ingin Kraton bersatu kembali, jalin kekompakan, dan rukun," kata Yudhahadiningrat, saat dihubungi, Senin (25/5/2015) malam.
Pria yang menjabat sebagai Penghageng Tandayekti dan Penghageng Parentah Hageng Kraton ini mengatakan tidak akan pernah ada solusi jika polemik disampaikan melalui media massa elektronik atau media cetak.
Menurut Yudhahadingrat, sesuai dengan penjelasan Sultan, beberapa adik-adik Sultan tidak mau datang saat diundang Sultan. Hanya lima adik Sultan yang tinggal di Jakarta dan sudah menemui Sultan.
"[Adik-adik Sultan HB X] yang tinggal di Jogja kan belum [bertemu]. Yang belum ketemu semestinya ketemu dulu," ungkapnya. "Tak ada solusi jika [Sultan] tak ditemui," kata Yudhahadiningrat.
Yudhahadiningrat yang bernama asli Raden Mas Noeryanto ini mengklaim, secara pribadi, komunikasi dengan semua adik-adik Sultan baik dan tidak ada masalah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Meski api telah berhasil dikendalikan, petugas tetap melanjutkan proses mopping up atau penyisiran lokasi
Stok air bersih BPBD Bantul masih aman hingga Desember. Sebanyak 351 tangki masih tersedia untuk warga terdampak kekeringan.
Pemkot Jogja merawat bangunan cagar budaya berdasarkan prioritas karena anggaran terbatas. Ada 239 bangunan yang telah ditetapkan.
Indonesia dinilai menempuh jalur berbeda dalam fenomena kemunduran demokrasi (democratic backsliding) dibandingkan negara-negara tetangga seperti Thailand
KPK memanggil lima saksi dalam kasus dugaan korupsi pengadaan iklan Bank BJB tahun anggaran 2021–2023.
Omzet pedagang pasar rakyat Bantul turun sekitar 30%. Belanja daring, sayur keliling, toko jejaring hingga SPPG jadi faktor penyebab.