Advertisement
KEKERINGAN GUNUNGKIDUL : Antisipasi, Desa Perlu Bangun Spamdes
Advertisement
Kekeringan Gunungkidul diatasi dengan Spamdes.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Krisis air bersih menjadi masalah yang bakal dihadapi warga saat musim kemarau. Padahal, dari sisi cadangan, Gunungkidul memiliki potensi yang melimpah dari keberadaan beberapa sungai bawah tanah. Namun, sungai-sungai tersebut belum bisa dimanfaatkan secara optimal karena terkendala biaya.
Advertisement
Karena itu, untuk mengatasi krisis air, Pemerintah Kabupaten lebih condong ke program Sistem Penyediaan Air Bersih Desa (Spamdes). Langkah ini dirasa lebih efisien karena biayanya lebih murah dan bisa mencakup ke seluruh wilayah. Sampai sekarang sudah ada 213 Spamdes yang beroperasi di Gunungkidul.
Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum Gunungkidul Slamet Supriyadi memaparkan potensi cadangan air ada di beberapa sungai bawah tanah, seperti Baron, Bribin, Grubug, Ngobaran, Seropan, Sumurup dan Toto.
“Namun, kenyataannya saat kemarau masih banyak warga yang kesulitan air,” kata Slamet, Jumat (22/5/2015).
Untuk pengolahan sumber-sumber tersebut dibutuhkan biaya besar sementara dari sisi anggaran, dana yang dimiliki pemerintah sangat terbatas.
“Biayanya bisa mencapai puluhan miliar rupiah. Selain itu prosesnya juga panjang karena harus melewati beberapa pemompaan. Di salah satu sumber bahkan ada yang dipompa sampai tujuh kali supaya bisa dinikmati warga,” tutur Supriyadi.
Kepala Bidang Cipta Karya DPU Gunungkidul Bambang Antono menambahkan ke depannya Pemkab akan terus mendorong didirikannya Spamdes. Sebab, berdasarkan instruksi dari Pemerintah Pusat, di 2019 nanti, seluruh masyarakat wajib mendapatkan pelayanan air bersih.
Tahun ini ada enam Spamdes di enam kecamatan yang mendapatkan bantuan dari Pemkab. Besaran nominal bantuan yang diberikan bervariasi tergantung dengan kondisi maupun infrastruktur yang ada.
“Maksimal diberikan sebesar Rp200 juta. Dana ini hanya untuk infrastruktur pendukung seperti jalur pipan dan pemeliharaan. Untuk pengeboran, selain inisiatif warga, juga ada bantuan dari beberapa universitas,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Pemerintah Umumkan BHR 2026, Grab Siapkan Rp110 Miliar untuk Mitra
Advertisement
Festival Imlek Nasional 2026 Pecahkan Rekor Dunia Lontong Cap Go Meh
Advertisement
Berita Populer
- Kembali Longsor, Jalur di Tanjakan Clongop Gedangsari Ditutup
- Cuaca Ekstrem Terjang DIY, Gunungkidul Paling Terdampak
- Polda DIY Matangkan Pengamanan Lebaran Lewat Latpraops Ketupat Progo
- Zakat Fitrah 2026 di DIY Rp45.000, Baznas Jamin Tak Terkait MBG
- Tebing 25 Meter Masih Labil, Warga Sriharjo Bantul Diminta Mengungsi
Advertisement
Advertisement



