PELABUHAN TANJUNG ADIKARTA : Pemkab Khawatir Investor Lari

Caption: Pemecah ombak di kawasan pelabuhan Tanjung Adikarto yang banyak dikunjungi wisatawan Pantai Glagah (JIBI/Harianjogja.com - Holy Kartika N.S)
26 Mei 2015 07:20 WIB Kulonprogo Share :

Pelabuhan Tanjung Adikarta masih belum selesai dikerjakan.

Harianjogja.com, KULONPROGO—Penyelesaian pembangunan Pelabuhan Tanjung Adikarta yang sempat molor membuat investor memilih menunggu dan menanti. Pemerintah Kabupaten Kulonprogo pun khawatir jika proyek tak segera diselesaikan, investor akan lari, menarik diri.

“Tahun ini kabarnya memang sudah ada kepastian. Penyelesaian pengerukan alur dan kolam pelabuhan segera dimulai,” ujar Kepala Bidang Penanaman Modal Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu (BPMPT) Kulonprogo, Robby Antara, Minggu (24/5/2015).

Saat ini sejumlah perusahaan yang siap menanamkan investasinya masih memilih untuk menunggu. Terutama soal penyelesaian pelabuhan dan resminya pelabuhan ikan tersebut beroperasi. Sejauh ini sudah ada beberapa perusahaan yang telah menyepakati surat kerja sama penanaman modal di wilayah itu.

Salah satunya, kata Robby, adalah perusahaan penyedia cold storage untuk usaha perikanan. Perusahaan tersebut berasal dari Korea Selatan dan siap membangun tempat pendingin khusus untuk hasil tangkapan nelayan berskala besar.

“Cold storage itu akan dibangun seperti bangunan hotel yang bisa memuat hasil tangkapan ikan skala besar. Ada juga perusahaan penyedia alat tangkap dari Jakarta yang siap membangun usahanya di sekitar pelabuhan,” papar Robby.

Namun, kapasitas muatan yang bisa ditampung oleh perusahaan ini mencapai 30.000 ton per tahun. Padahal, sesuai yang tercantum dalam Detailed Engineering Design (DED), kapasitas pelabuhan jika dimanfaatkan secara optimal hanya mampu menghasilkan 27.000 ton per tahun.

“Sebenarnya, di sekitar pelabuhan sudah berdiri pabrik es. Ada di Karangwuni tetapi skalanya juga masih kecil dan selama ini hanya menyuplai tempat-tempat pelelangan ikan,” ucap Robby.

Kepala Bidang Perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) DIY Suwarman mengungkapkan investor yang tertarik pada Pelabuhan Tanjung Adikarta cukup banyak. Pasalnya, pelabuhan ikan ini berada di lokasi yang cukup strategis.Tidak hanya perusahaan penyedia tangkapan maupun fasilitas pendukung produksi tangkapan ikan saja. Potensi tangkapan ikan di perairan selatan masih sangat besar untuk dapat dimanfaatkan.