HARIAN JOGJA HARI INI : Kraton Harus Diselamatkan

Harian Jogja Hari Ini Edisi Kamis Pahing, 28 Mei 2015 (JIBI/Harian Jogja - dok)
28 Mei 2015 11:20 WIB Mediani Dyah Natalia Jogja Share :

Harian Jogja Hari Ini Edisi Kamis Pahing, 28 Mei 2015

Kraton Harus Diselamatkan
JOGJA—Salah satu putra HB IX, Kanjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Hadiwinoto, menyatakan lembaga Kraton yang sudah eksis selama ratusan tahun harus diselamatkan.

KESEHATAN PANGAN : Beras Plastik Reda, Polisi Usut Beras Oplosan Bahan Kimia
JAKARTA—Bareskrim Polri menyatakan penyelidikan kasus beras yang diduga mengandung bahan sintetis atau plastik telah dihentikan. Kini, polisi menyelidiki kasus beras yang diduga dioplos dengan bahan kimia.

SISI LAIN SEJARAH MATARAM DI TANAH JAWA (Bagian keempat) : Sandikala dalam Tembang Dhandhanggula Semut Ireng
Konflik yang terjadi hampir di semua kerajaan yang pernah ada di Tanah Jawa selalu dilatarbelakangi perebutan daya atau nafsu kekuasaan, bandha atau harta, serta nyawa atau nafsu untuk saling mengalahkan. Runtuhnya Kerajaan Majapahit seperti yang tertulis dalam Serat Pararaton, yang kemudian menjadi cikal bakal berdirinya Mataram, juga tak lepas dari perebutan ketiga hal itu. Benarkah catatan sejarah itu? Berikut laporan wartawan Harian Jogja, Yudhi Kusdiyanto.

SKANDAL OLAHRAGA : 7 Pejabat FIFA Ditangkap karena Pemerasan
ZURICH—Federasi sepak bola dunia, FIFA, diguncang skandal penyuapan. Sehari menjelang Kongres, tujuh pejabat FIFA dan federasi yang berada di bawah naungannya ditangkap di sebuah hotel bintang lima di Zurich, Swiss, atas tuduhan korupsi, Rabu (27/5).

INVESTASI DAERAH : Impian Investor Lokal Mendominasi DIY
SLEMAN—Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X (HB X) mengungkapkan impian menekan investor dari luar DIY dan mendorong pengusaha lokal untuk mengisi peluang investasi.

PERNIK RITUAL : Mengenal Kongming Si Lampion Terbang
JOGJA—Tionghoa dan lampion bagai dua sisi mata uang yang tak terpisahkan. Ornamen ini selalu menjadi dekorasi wajib terutama dalam setiap perayaan-perayaan tradisional Tionghoa. Salah satunya adalah Lampion Kongming, sebuah lampion yang bisa terbang.

SENGKETA LAHAN WATUKODOK : Warga Dihantui Isu Penggusuran
TANJUNGSARI—Puluhan pedagang di Pantai Watukodok, Dusun Kelor Kidul, Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari dihantui isu pengusuran lahan oleh investor. Kabar pengusuran ini beredar setiap hari sehingga warga terus berjaga-jaga.

KORUPSI PERSIBA : Hakim Melunak di Hadapan Bupati
JOGJA-Bupati Bantul Sri Suryawidati akhirnya memenuhi panggilan Jaksa Penuntut Umum (JPU) sebagai saksi kasus dugaan korupsi dana hibah Persiba Rp12,5 miliar yang melibatkan terdakwa Maryani, Direktur PT Aulia Trijaya Mandiri dan Dahono, mantan bendahara Persiba, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jogja, Rabu (27/5).

RAZIA MAKANAN : Barang Kedaluwarsa Masih Beredar
LENDAH—Warga mesti cermat terhadap peredaran barang kedaluwarsa setelah petugas gabungan Pemerintah Kabupaten Kulonprogo menemukan belasan makanan kemasan kedaluwarsa yang dijual di pasar tradisional dan toko.

SK Menpora : Mafia Hilang, Konflik PSSI Selesai
RIAU- Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi menegaskan, konflik dengan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) tidak akan selesai jika mafia sepak bola belum hilang dari persepakbolaan Indonesia.

CAGAR BUDAYA : Candi Kalasan Mulai Lapuk
SLEMAN—Proses pengkajian pada konstruksi Candi Kalasan yang terus mengalami pelapukan terus dilakukan. Hasil kajian sementara, proses pelapukan itu disebabkan terpaan air, baik air hujan maupun air tanah.

Lebih lengkap Anda dapat membaca Harian Jogja edisi cetak. Dapatkan Harian Jogja dengan harga Rp3.000 di agen terdekat.

Selamat membaca. Harian Jogja, berbudaya, Membangun Kemandirian.