Gunung Sinabung Erupsi, 21 Penerbangan Kualanamu Dibatalkan
Erupsi Gunung Sinabung berdampak pada 21 penerbangan dari dan menuju Bandara Kualanamu pada 31 Agustus-1 September 2026.
Pemkot Jogja, dengan adanya lomba hidup sehat diharapkan warga semakin memperhatikan masalah kesehatan tubuh.
Harianjogja.com, JOGJA-Tempe sepanjang 100 meter membentang di jalan masuk RT 38 RW 9 Kelurahan Warungboto, Kecamatan Umbulharjo, Rabu (27/5/2015). Berbalut plastik bening, tempe diletakkan di atas bambu dengan panjang yang sama. Makanan berbahan dasar kedelai itu menjadi simbol wilayah setempat dalam mengikuti lomba kesehatan se-Jogja.
Tumino, 56, warga setempat sekaligus penggagas tempe panjang, mengatakan tempe yang dipamerkan sebagai cara memeriahkan lomba kesehatan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Selama ini, terangnya, suasana lomba hanya biasa saja, sekadar penilai berkunjung, mengamati dan memberi poin.
"Kami ingin sesuatu yang beda, sehingga memutuskan untuk membuat tempe panjang yang belum pernah dibuat di sini," paparnya.
Tumino menuturkan, ide pembuatan tempe panjang muncul sekitar tiga hari lalu saat ia memperoleh dua bungkus tempe dari tetangganya. Setelah menggoreng, terbesit pemikiran untuk membuat tempe panjang yang dipamerkan saat tim penilai lomba datang berkunjung. Ia segera menghubungi salah satu pengrajin tempe di wilayah tempat tinggalnya dan memborong seluruh tempe yang diproduksi hari itu. Kawasan tersebut memang dikenal sebagai sentra produksi tempe. Setidaknya, terdapat lima pengrajin yang sudah membuka usaha belasan tahun.
"Beratnya mencapai satu kuintal dan kebetulan belum dicetak dan dikemas sehingga kami bisa langsung mengemas dalam bentuk panjang," urai dia seraya menyebutkan biaya pembuatan tempe panjang beserta bambu tumpuan mencapai lebih dari Rp1 juta.
Sebenarnya, ia berencana untuk membuat tempe sepanjang 250 meter dan didaftarkan ke rekor Muri. Sayangnya, bahan baku yang tersedia tidak mencukupi. Menurutnya, tempe sesuai dengan lomba bidang kesehatan yang diikuti warga. Pasalnya, tempe merupakan makanan sehat yang baik bagi tumbuh kembang anak. Selain itu, memamerkan tempe juga dapat mengangkat produksi lokal ke masyarakat umum.
Rencananya, tempe yang dipamerkan akan dilelang seharga Rp15.000 per meter. Salah satu tim penilai lomba bidang kesehatan, Kasi Promosi Kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Jogja Feri Edi Sunantyo menjabarkan kegiatan evaluasi lomba bidang kesehatan, meliputi PHBS, posyandu, keluarga siaga, gerakan sayang ibu, serta lingkungan bersih dan sehat.
"Tim penilai lintas sektor, seperti kantor KB, Disperindagkoptan, PMI, Tim penggerak PKK, dan lain-lain," sebutnya.
Lomba yang digelar tiap tahun ini, kata Feri, akan memilih juara I sampai III dan juara utama berhak mewakili Jogja dalam lomba serupa tingkat DIY. Mekanisme kegiatan ini, imbuhnya, tiap kecamatan memilih satu kelurahan untuk menjadi peserta. (Switzy Sabandar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Erupsi Gunung Sinabung berdampak pada 21 penerbangan dari dan menuju Bandara Kualanamu pada 31 Agustus-1 September 2026.
Dua pria asal Bandung ditangkap setelah diduga membobol rumah di Bantul. Uang asing hasil curian diakui ludes untuk judi online.
Agenda KHFF 2026 diperkenalkan kepada publik melalui Taklimat Media KHFF 2026 yang digelar pada 10 September 2026 di The Prajan Hotel & Villas, Yogyakarta.
Gus Kikin menyoroti integritas setelah ratusan santri di Sidoarjo diduga keracunan MBG dan mendorong evaluasi tata kelola program.
Jenazah Wili Mbuik, ASN korban penembakan di Muliama, Jayawijaya, dievakuasi ke Jayapura sebelum diterbangkan ke Kupang.
Perbaikan jalan rusak di Kawasan Peruntukan Industri (KPI) Candirejo, Semin mulai dikerjakan, meski belum menyasar ke seluruh ruas yang mengalami kerusakan.