Advertisement

KOSMETIK BERBAHAYA : Sebelum Meracik, Pelaku Sempat Konsultasi Dokter

Sunartono
Kamis, 25 Juni 2015 - 10:20 WIB
Mediani Dyah Natalia
KOSMETIK BERBAHAYA : Sebelum Meracik, Pelaku Sempat Konsultasi Dokter

Advertisement

Kosmetik berbahaya yang dioplos di Jogja disebut pelaku atas sepengetahuan dokter.

Harianjogja.com, SLEMAN-Polres Sleman menggerebek sebuah home industri kosmetik oplosan bahan kimia yang terletak di Jalan Krasak RT 17 RW 04 GK 2/7 Kotabaru, Gondokusuman, Jogja belum lama ini. Ratusan kosmetik yang mengandung bahan kimia berbahaya dalam satu merek diamankan ke Mapolres Sleman.

Advertisement

Pemilik usaha kosmetik, Fidia Sari, 26 ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut. Karena dinilai melanggar Pasal 196 dan Pasal 197 UU RI 36/2009 Tentang Kesehatan.

Kasat Resnarkoba Polres Sleman AKP Anggaito Hadi Prabowo menambahkan racikan itu didapatkan dengan membeli di sejumlah toko bahan kimia. Untuk bahan lain seperti krim, tersangka membeli dari salahsatu pemasok bermerek SJ yang berada di di Jawa Barat kemudian dikirim melalui jasa pengiriman.

Tersangka meracik obat tersebut secara mandiri di rumah. Adapun ilmu itu didapatkan tersangka dari seorang temannya yang juga berbisnis kosmetik jenis tersebut. Tersangka juga menggunakan dokter sebagai saran konsultasi.

"Pengakuannya istrinya dokter, tapi kami belum tahu sejauh mana keterlibatannya," ungkap Angga, Rabu (24/6/2015)

Dalam mengedarkan kosmetik berbahaya itu, lanjutnya, tersangka menjual dalam dua paket. Untuk paket hemat, dijual Rp125.000 berupa krim siang, krim malam, toner, facial oil dan obat anti iritasi. Kemudian untuk paket besar dengan harga Rp1,2 Juta yang berisi krim malam, krim siang, facial oil, bedak, obat anti iritasi, vitamin muka dengan jumlah masing-masing tiga hingga empat biji.

Pangakuan tersangka, lanjutnya, bisnis itu dijalankan sejak enam bulan silam dan dijual dengan sistem online. Omset dalam berbisnis ini mencapai ratusan juta dalam sebulan dengan menyasar ibu-ibu rumah tangga. Ironisnya meski tersangka mampu meracik kosmetik namun ia tidak berani menggunakannya sendiri. "Dia justru menggunakan kosmetik pabrikan lain, berarti ada dugaan mengerti kandungan bahayanya," ungkap dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terkait

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Tangis Pecah Sambut Kepulangan Tiga Prajurit Gugur di Lebanon

Tangis Pecah Sambut Kepulangan Tiga Prajurit Gugur di Lebanon

News
| Sabtu, 04 April 2026, 19:42 WIB

Advertisement

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Wisata
| Jum'at, 03 April 2026, 12:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement