Pemkab Gunungkidul Dorong Layanan Publik Berlandaskan Ngayomi dan Ngayemi
Pemkab Gunungkidul mendorong pemerintahan berkeadaban dengan prinsip mengayomi, ngayemi, dan ngayahi serta pengawasan yang berdampak nyata.
Mellina Abriyanti (tengah) berfoto dengan kedua orang tuanya dan Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Wonosari Agus Suryana (kiri) di ruang kepala sekolah, Rabu (10/6/2015). (JIBI/Harian Jogja/David Kurniawan)
Pendaftaran siswa baru di Gunungkidul masih diminati termasuk oleh peraih nilai UAN tertinggi di DIY
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL- Meski sempat dibayang-bayangi tidak bisa melanjutkan sekolah, Mellina Ambriyanti ahirnya mendaftarkan diri ke SMA Negeri 2 Wonosari. Ia mendaftar di hari kedua PPDB dengan total perolehan nilai 404, rinciannya 3980 dari nilai UN dan tambahan poin 60 dari prestasi akademik.
Ketua PPDB SMA Negeri 2 Wonosari Bambang Irianto membenarkan jika Mellina masuk ke sekolahnya. Ia mengaku tidak tahu pasti kenapa memilih di sekolah ini, hanya saja berdasarkan penelusuran ternyata kakak dari Mellina merupakan alumni SMA Negeri 2 Wonosari.
“Mungkin dia tertarik sekolah di sini karena kakaknya cukup berhasil karena bisa menempuh pendidikan di IPDN,” kata Bambang saat ditemui di ruang pendaftaran PPDB, Jumat (3/7/2015).
Dia menambahkan, pihak sekolah pun berjanji memberikan beasiswa bagi peraih nilai tertinggi di DIY itu. Namun demikian, pemberian bantuan ini bukan untuk Mellina seorang, sebab calon siswa yang memiliki nilai di atas 360 juga akan mendapatkan prioritas sebagai penerima beasiswa.
“Untuk Mellina setidaknya bisa mendapatkan pendidikan gratis hingga lulus. Beasiswa ini juga sebagai bentuk penghargaan atas prestasi yang diraih dalam UN,” katanya lagi.
Hari terakhir PPDB lebih banyak diisi dengan kegiatan pendaftaraan karena nilai yang dimiliki tidak memungkinkan masuk di sekolah tersebut. Namun demikian, banyak juga calon siswa yang bersikukuh untuk tidak menarik pendaftaran tersebut.
“Di tempat kami ada 314 calon siswa yang mengambil formulir, tapi yang mengembalikan formulir hanya 239 pendaftar,” ungkap dia.
Bambang menambahkan, meski ada peserta yang tidak mengembalikan formulir, namun untuk penerimaan harus melalui proses seleksi. Hal ini terjadi karena jumlah pendaftar melebihi kuota yang tersedia.
“Yang kami terima hanya 192 siswa baru, jadi akan nada yang ditolak,” ujar Bambang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul mendorong pemerintahan berkeadaban dengan prinsip mengayomi, ngayemi, dan ngayahi serta pengawasan yang berdampak nyata.
Lebih dari 300 ekstensi Chrome diduga memanipulasi mesin pencari dan memantau riwayat pencarian. Simak cara memeriksa dan menghapusnya.
Suzuki Fronx facelift tertangkap kamera saat uji jalan di India. Model baru ini dikabarkan mendapat ubahan desain, fitur kabin, dan pilihan mesin.
HP terkena air atau kehujanan? Jangan panik dan langsung menyalakannya. Simak langkah penanganan awal agar risiko kerusakan ponsel berkurang.
WHO mengumumkan tujuh kandidat direktur jenderal berikutnya, termasuk Menteri Kesehatan Indonesia Budi Gunadi Sadikin. Pemilihan berlangsung pada 2027.
dr Tompi menawarkan bantuan medis gratis bagi mahasiswa yang terluka saat demonstrasi dan membutuhkan penanganan luka atau jahitan.