LEBARAN 2015 : KAI Sediakan Jasa Angkut Motor Gratis, Kuota 200 Motor

Ilustrasi rel KA (Dok/JIBI - Solopos)
08 Juli 2015 15:20 WIB Kusnul Isti Qomah Jogja Share :

Lebaran 2015, PT KAI memiliki layanan jasa angkut motor gratis untuk memudahkan pemudik.

Bisnis.com, JOGJA-Bagi warga Jakarta yang ingin mudik ke Solo dan sekitarnya membawa kendaraan tanpa repot dapat mengakses kereta angkut motor. PT KAI menyediakan jasa angkut motor gratis bagi pemudik selama arus mudik dan arus balik.

Manager Humas KAI Daop 6 Jogja Gatut Sutiyatmoko mengungkapkan, setiap hari PT KAI Daop 6 Jogja mendapatkan kuota 200 motor. Program tersebut akan dilaksanakan pada 11-15 Juli 2015 dan 21-25 Juli 2015.

Pada periode 11-15 Juli 2015, untuk mengangkut sepeda motor dari Stasiun Jakarta Gudang menuju Stasiun Solo Jebres. Sementara, periode 21-25 Juli 2015 untuk mengangkut sepeda motor dari Stasiun Solo Jebres menuju Stasiun Jakarta Gudang.

“Syaratnya harus menunjukkan tiket KA jurusan Madiun-Pasar Senen seharga Rp130.000 dan fotokopi KTP,” ujar dia, di area parkir Stasiun Tugu Barat, Jogja, Selasa (7/7/2015).

Ia menjelaskan, kuota 200 unit sepeda motor tersebut ditampung dalam lima gerbong. Setiap gerbongnya, mengangkut 40 unit sepeda motor. Menurutnya, kuota tersebut dipisah di Stasiun Lempuyangan sebanyak 80 unit (dua gerbong) dan Stasiun Solo Jebres sebanyak 120 unit (lima gerbong).

Gatut menambahkan, Stasiun Solo Jebres mendapatkan jatah lebih banyak karena merupakan stasiun pemberangkatan awal sehingga waktu untuk mengemas sepeda motor bisa lebih panjang. Sedangkan, di Stasiun Lempuyangan, waktu yang tersedia terbatas karena hanya transit. Sepeda motor yang akan dikirim, tangki bensin harus dalam kondisi kosong.

“Bagi yang tertarik, bisa mendaftar di DJKA atau stasiun keberangkatan. Saat ini sudah ada yang daftar tapi saya belum tahu jumlah pastinya,” imbuh dia.

Program tersebut sudah dimulai sejak 2012. Tiap tahun, kuota untuk PT KAI Daop 6 Jogja selalu meningkat. Pada 2014, kuota yang didapat sebanyak empat gerbong atau 160 unit sepeda motor.
“Tujuannya untuk mengurangi resiko kecelakaan dan kemacetan,” pungkas dia.