Produksi Ikan Turun Drastis, Nelayan Gunungkidul Pilih Tangkap Benur
Hasil tangkapan ikan di Gunungkidul turun drastis hingga 47% pada 2025. Cuaca ekstrem dan peralihan nelayan ke benur jadi penyebab utama.
Ilustrasi (JIBI/Harian Jogja/Dok)
Pembunuhan Gunungkidul berikut pelaku berhasil terungkap dan ditangkap.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Personel dari jajaran Polres Gunungkidul menghadiahkan timah panas kepada Ngadiman atau Kumis (63) warga Bengle II, Tepus pada Sabtu (18/7/2015). Ia terpaksa dilumpuhkan dengan tembakan di bagian kaki setelah berusaha melawan petugas saat akan ditangkap.
Kapolres Gunungkidul, AKBP Hariyanto pada Minggu (19/7/2015) menjelaskan, Kumis merupakan tersangka utama pembunuhan terhadap Supartilah, warga Bantulkarang, Ringinharjo, Bantul yang ditemukan tak bernyawa dengan kondisi mengenaskan, bersimbah darah di sebuah ladang di Pulegundes, Sidoharjo, Tepus, Jumat (17/7/2015) pagi dan menggegerkan warga setempat.
Kumis ditangkap di wilayah Jogja saat sedang berusaha melarikan diri. Awalnya, petugas mendapatkan informasi bahwa tersangka melarikan diri ke tempat saudaranya di wilayah Magelang. Namun, dari informasi lanjutan didapat bahwa Kumis masih berada di wilayah Jogja.
Kecurigaan polisi terhadap Kumis sebagai pelaku pembunuhan, lanjutnya, berawal dari adanya informasi mengenai adanya hubungan istimewa antara korban dan pelaku. Saat ditelusuri, Kumis diketahui menghilang selepas penemuan mayat tersebut.
Kini pihaknya masih melakukan pemeriksaan intensif kepada tersangka, yang saat ini sudah ditahan di Mapolres Gunungkidul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hasil tangkapan ikan di Gunungkidul turun drastis hingga 47% pada 2025. Cuaca ekstrem dan peralihan nelayan ke benur jadi penyebab utama.
Menkeu Purbaya memastikan pembiayaan MBG dan pengadaan alutsista tetap aman dengan defisit APBN dijaga di bawah 3 persen.
Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta kembali menggelar EduCareer Connect 2026 bertajuk “From Campus to Career: Connecting Education, Opportunities
Gempa Sukabumi Magnitudo 4,5 mengguncang Jawa Barat akibat aktivitas sesar aktif bawah laut, BMKG pastikan belum ada gempa susulan.
DPAD DIY mengakuisisi untuk mengelola arsip termasuk arsip pribadi, seniman, budayawan dan arsip-arsip yang menyimpan memori kolektif.
Identitas 11 bayi yang ditemukan di Pakem Sleman masih ditelusuri Pemkab Sleman untuk penerbitan dokumen resmi dan asal-usul bayi.